Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Survei terbaru yang dirilis oleh Poltracking Indonesia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih memimpin dalam simulasi top of mind calon presiden menjelang Pilpres 2029. Dari 1.220 responden yang diwawancarai secara tatap muka antara 2‑8 Maret 2026, sebanyak 32,9 % secara spontan menyebut nama Prabowo ketika ditanya tanpa diberikan pilihan nama.
Metode top of mind mengukur apa yang pertama kali terlintas di benak pemilih ketika mendengar pertanyaan tentang calon presiden. Peneliti utama Poltracking, Masduri Amrawi, menekankan bahwa pertanyaan diajukan secara terbuka tanpa menyebutkan nama‑nama kandidat, sehingga hasil mencerminkan ingatan paling kuat publik.
Di posisi kedua, tokoh politik Dedi Mulyadi memperoleh 13,5 % dukungan, menandakan ia menjadi satu‑satunya pesaing yang mampu menutup jarak signifikan dengan Prabowo. Sementara itu, mantan Gubernur DKI Anies Baswedan berada di peringkat ketiga dengan 9,2 % elektabilitas, jauh di bawah ekspektasi pada pemilihan sebelumnya.
Berikut rangkuman hasil utama survei Poltracking:
| Calon | Elektabilitas Top‑of‑Mind |
|---|---|
| Prabowo Subianto | 32,9 % |
| Dedi Mulyadi | 13,5 % |
| Anies Baswedan | 9,2 % |
| Lainnya (<5 %) | — |
Selain angka elektabilitas, survei juga mengungkapkan bahwa 28,8 % responden belum menentukan pilihan mereka untuk calon presiden, menandakan masih adanya ruang bagi kandidat lain atau strategi kampanye baru untuk meraih simpati pemilih.
Survei Poltracking tidak hanya menilai calon presiden, tetapi juga menilai kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan. Tingkat kepuasan terhadap pemerintah secara umum tercatat di atas 70 %, dengan angka spesifik 74,1 % masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo‑Gibran. Kepuasan terhadap Presiden mencapai 74,9 %, sementara tingkat kepercayaan publik berada pada 75,1 %. Angka-angka ini memberikan konteks mengapa Prabowo masih berada di puncak ingatan politik publik.
Untuk posisi calon wakil presiden, survei menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memimpin dengan 26,8 % elektabilitas top‑of‑mind, diikuti oleh Dedi Mulyadi (8,9 %) dan Mahfud MD (4,3 %). Namun, persentase responden yang belum menentukan pilihan untuk wakil presiden lebih tinggi, mencapai 38,8 %.
Hasil survei ini sejalan dengan temuan lain yang dirilis oleh media nasional pada hari yang sama, yang menegaskan bahwa Prabowo tetap menjadi kandidat teratas, diikuti Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan, sementara kandidat lain berada di bawah lima persen. Poltracking menambahkan bahwa partai Gerindra memperoleh elektabilitas partai tertinggi (26,1 %) pada simulasi surat suara 18 partai, mengungguli PDIP (15,4 %) dan Golkar (9,0 %).
Secara keseluruhan, data menunjukkan dominasi Prabowo dalam ingatan politik publik, didukung oleh tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi terhadap pemerintahannya. Namun, tingginya proporsi pemilih yang belum menentukan pilihan membuka peluang bagi dinamika politik menjelang Pilpres 2029, terutama bagi kandidat yang masih berada di bawah lima persen tetapi memiliki potensi mobilisasi melalui kampanye strategis.
Dengan lanskap politik yang masih fluid, semua pihak diharapkan dapat memanfaatkan hasil survei ini untuk menyesuaikan strategi, memperkuat basis dukungan, dan menggaet pemilih yang masih ragu. Keputusan akhir pemilih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan, kinerja pemerintah, serta kemampuan masing‑masing kandidat dalam menyampaikan visi yang resonan dengan aspirasi rakyat Indonesia.











