Politik

PDIP dan PSI Terlibat Polemik Ijazah Jokowi, Safari Politik Jokowi Menuai Kritik

×

PDIP dan PSI Terlibat Polemik Ijazah Jokowi, Safari Politik Jokowi Menuai Kritik

Share this article
PDIP dan PSI Terlibat Polemik Ijazah Jokowi, Safari Politik Jokowi Menuai Kritik
PDIP dan PSI Terlibat Polemik Ijazah Jokowi, Safari Politik Jokowi Menuai Kritik

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Juli 2026 | Polemik mengenai keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyoroti rencana safari politik Jokowi ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira menilai kunjungan tersebut sebaiknya dipertimbangkan ulang karena masyarakat NTT sangat menjunjung tinggi pendidikan.

Safari politik adalah istilah untuk kegiatan kunjungan intensif seorang tokoh politik ke berbagai daerah guna bertemu masyarakat dan memperkuat dukungan politik. Jokowi sebelumnya melakukan safari ke Lampung pada akhir Juni 2026 dan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke NTT, meski tanggal pasti belum diumumkan.

📖 Baca juga:
Film Pesta Babi: Mengungkap Realitas Kelam di Balik Proyek Pembangunan di Papua

Andreas menegaskan, dugaan ijazah palsu yang masih bergulir membuat kehadiran Jokowi di NTT berpotensi menjadi contoh kurang baik bagi masyarakat. "Kalau ada pemimpin, apalagi pemimpin tertinggi di republik ini, dengan persoalan yang berkaitan dengan keabsahan ijazah, kemudian datang ke NTT, saya kira itu kurang menjadi contoh yang baik untuk anak-anak muda, untuk orang tua, untuk kebanyakan masyarakat NTT," papar Andreas.

Sebagai informasi, safari politik Jokowi ke sejumlah daerah di Indonesia lekat diasosiasikan dengan partai politik (parpol) yang saat ini dipimpin oleh anak bungsunya, Kaesang Pangarep, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Reaksi pihak PDIP yang menyinggung soal ijazah Jokowi dinilai sebagai upaya pertahanan atau defense yang dilakukan untuk menahan serangan PSI.

Analis Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Kunto Adi Wibowo, menanggapi reaksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP/PDI Perjuangan) yang menyinggung soal ijazah ketika Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sibuk melakukan safari politik. Menurut Kunto, reaksi PDIP yang menyinggung ijazah saat Jokowi sibuk safari politik ini harus dilihat dari riwayat adanya perseteruan antara Jokowi dan partai yang mengusungnya di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2014 dan 2019 itu.

📖 Baca juga:
Trump Klaim Perang Melawan Iran Akan Segera Usai Ultimatum Keras

PDIP dan PSI kembali terlibat polemik terkait urusan ‘kandang gajah’ di Jawa Tengah. Sebagaimana diketahui, di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep PSI menggaungkan partainya dengan lambang gajah. Sementara itu, Jawa Tengah kerap dikenal sebagai ‘kandang banteng’, julukan untuk wilayah dengan perolehan suara tertinggi yang dimiliki oleh PDIP.

Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, mengusulkan hampir seluruh kabupaten/kota di Jateng agar didatangi Jokowi. Yogo mengatakan rencana keliling Jateng dibuat setelah ada pertemuan langsung dengan Jokowi. Yogo menyebut timnya sedang mematangkan jadwal dan teknisnya.

PDIP dan PSI terus terlibat dalam perseteruan yang semakin tajam. Polemik mengenai keabsahan ijazah Jokowi kembali mencuat dan menuai kritik dari PDIP. Safari politik Jokowi ke NTT dan Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat dukungan politik bagi PSI, namun PDIP tidak akan membiarkan hal itu terjadi begitu saja.

📖 Baca juga:
Ribuan Mahasiswa dan Jemaah Padati Jakarta, Demo dan Haul Akbar Berlangsung Serentak

Kesimpulan dari polemik ini adalah bahwa PDIP dan PSI terus terlibat dalam persaingan yang semakin sengit. PDIP tidak akan membiarkan PSI mendominasi wilayah Jawa Tengah dan NTT, sementara PSI berusaha untuk memperkuat dukungan politik bagi Jokowi. Perseteruan ini diharapkan dapat berakhir dengan damai dan tidak mempengaruhi stabilitas politik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *