Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Juli 2026 | Pertandingan antara Belanda dan Maroko di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekalahan menyakitkan bagi tim nasional Belanda. Mereka harus mengakui keunggulan Maroko lewat adu penalti 2-3. Keputusan tersebut membuat Ronald Koeman, pelatih kepala Belanda, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Koeman menyebut masa tugasnya bersama tim nasional merupakan sebuah kehormatan yang selalu akan dikenangnya. Ia juga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas dedikasi semua orang di sekitar tim Oranje selama dua periode ketika ia mendapat kehormatan menjadi pelatih tim nasional.
Mundurnya Koeman menutup periode keduanya bersama Belanda yang dimulai pada 2023. Dalam rentang tersebut, ia memimpin Oranje dalam 44 pertandingan dengan rata-rata perolehan 1,84 poin per laga. Jika digabungkan dengan periode pertamanya, Koeman tercatat mendampingi Belanda dalam 64 pertandingan.
Legenda sepak bola dunia Zlatan Ibrahimovic menjadi salah satu sosok yang paling keras mengkritik Koeman. Bersama Thierry Henry dalam tayangan FOX Sports, keduanya menilai sang pelatih menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Belanda.
Di sisi lain, Maroko merayakan kemenangan atas Belanda dengan penuh sukacita. Bek Maroko, Issa Diop, menyebut keberhasilan mengejutkan timnya ini didapat karena kuasa Allah SWT. Ia menegaskan, kemenangan bersejarah ini merupakan buah dari kerja keras kolektif para pemain Maroko.
Dengan hasil fantastis ini, kejutan Maroko di Piala Dunia 2026 berlanjut. Terbuka peluang bagi mereka untuk mengulangi sejarah apik pada edisi 2022 silam di Qatar. Usai mengalahkan Belanda, di babak 16 besar Piala Dunia 2026 nanti Maroko sudah ditunggu oleh salah satu tuan rumah, Kanada.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Maroko berhasil menyingkirkan Belanda dari Piala Dunia 2026 lewat adu penalti. Kemenangan ini membawa Maroko ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi tuan rumah Kanada. Sementara itu, Ronald Koeman memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala Belanda.











