Bisnis

Harga Minyak Dunia Melesat Setelah Perundingan Perdamaian AS-Iran Ditunda

×

Harga Minyak Dunia Melesat Setelah Perundingan Perdamaian AS-Iran Ditunda

Share this article
Harga Minyak Dunia Melesat Setelah Perundingan Perdamaian AS-Iran Ditunda
Harga Minyak Dunia Melesat Setelah Perundingan Perdamaian AS-Iran Ditunda

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 Juni 2026 | Harga minyak dunia mengalami kenaikan setelah perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss ditunda. Pembicaraan yang diharapkan dapat membawa penyelesaian perdamaian ternyata tidak berjalan sesuai rencana, menimbulkan ketidakpastian di pasar minyak dunia.

Menurut laporan, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,9% dan ditutup ke US$ 80,57 per barel, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan naik 1,23% menjadi US$ 77,54 pada Jumat siang. Kenaikan ini terjadi setelah Israel dan Hizbullah yang didukung Iran menyepakati gencatan senjata.

📖 Baca juga:
Saham Salim Ivomas Pratama Melonjak Tajam, IHSG Mencatat Kenaikan Signifikan di Kuartal Awal 2026

Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan bahwa pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan di Burgenstok pada Jumat tidak akan berjalan sesuai rencana. Gedung Putih juga menyebutkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vace tidak lagi melakukan perjalanan ke Swiss karena masalah logistik yang belum terselesaikan seputar negosiasi.

Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais mengatakan bahwa organisasi tersebut tidak memperkirakan permintaan minyak akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Ia juga menolak perkiraan dari Badan Energi Internasional yang menunjukkan kelebihan pasokan pada masa depan.

Di sisi lain, harga minyak juga dipengaruhi oleh situasi di Lebanon, di mana Israel meningkatkan serangan terhadap Lebanon, sehingga membuat harga minyak mentah Brent naik 51 sen atau 0,64% menjadi US$ 80,36 per barel, dan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,28 atau 1,7% menjadi US$ 77,88 per barel.

📖 Baca juga:
IHSG Turun 3,38% di Penutupan, 10 Saham Big Caps Seperti BBCA dan BREN Jatuh Serentak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terpengaruh oleh pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). IHSG melonjak 2,82% selama sepekan, sehingga ditutup di 6.177,13, dan kapitalisasi pasar naik 2,51% menjadi Rp 10.788 triliun.

Kenaikan harga minyak juga berdampak pada harga gula dan minyak goreng di Indonesia. Harga gula di pasar tradisional dan modern Kota Mataram mengalami kenaikan signifikan, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh melonjaknya harga plastik, yang menjadi komponen penting dalam kemasan gula.

Dinas Perdagangan Kota Mataram mencatat bahwa harga gula di pasar tradisional dan modern kini berkisar antara Rp18.500 hingga Rp19.000 per kilogram, menunjukkan kenaikan sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500 dari harga normal sebelumnya. Kenaikan harga plastik yang menjadi komponen penting dalam kemasan gula disebut-sebut sebagai faktor pendorong utama fenomena ini.

📖 Baca juga:
IHSG Anjlok, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Upaya menjaga stabilitas pasokan menjadi krusial untuk mengendalikan kenaikan harga gula. Koordinasi dengan distributor dan pihak terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan atau kenaikan harga lebih lanjut.

Kesimpulan, kenaikan harga minyak dunia setelah perundingan perdamaian AS-Iran ditunda memiliki dampak yang signifikan pada pasar minyak dunia dan harga komoditas lainnya, seperti gula dan minyak goreng. Penting untuk terus memantau pergerakan harga dan ketersediaan komoditas untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan kelangkaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *