Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Juni 2026 | Tahun Baru Islam 1448 Hijriah telah tiba, dan untuk merayakannya, banyak masyarakat di Indonesia mengadakan pawai obor. Salah satu contoh adalah di Sekotong, Lombok Barat, di mana ribuan warga memadati jalan untuk mengikuti pawai obor yang diadakan pada Senin malam, 15 Juni 2026.
Pawai obor ini merupakan tradisi tahunan yang diadakan untuk menyambut Tahun Baru Islam. Selain pawai, kegiatan lain seperti pengajian, zikir, dan doa juga dilakukan untuk memperingati hari suci ini. Antusiasme warga sangat tinggi, sehingga ribuan orang memadati sepanjang rute pawai, dari depan Kantor Camat hingga Lapangan Umum Empol.
Di tempat lain, seperti di Muara Enim, pawai obor juga diadakan dengan mengambil rute mengelilingi pusat kota. Kegiatan ini dihadiri oleh banyak warga, termasuk Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Pawai obor ini merupakan simbol penghormatan dan sarana untuk menjaga harmoni manusia dan alam.
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah juga merupakan momentum untuk melakukan perubahan menuju kebiasaan baru yang lebih produktif. Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta menyebutkan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekedar seremonial, melainkan merupakan kesempatan untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Di Jakarta, peringatan Tahun Baru Islam diadakan dengan kirab pawai obor elektrik di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dan merupakan wujud syukuran bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam, banyak kegiatan lain juga diadakan, seperti tradisi malam 1 Suro di Keraton Surakarta, yang melibatkan proses mengarak kebo bule Kiai Slamet. Tradisi ini sudah ada sejak masa Pakubuwono X dan merupakan simbol penghormatan dan sarana untuk menjaga harmoni manusia dan alam.
Dengan demikian, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan perubahan menuju kebiasaan baru yang lebih produktif dan memperingati hari suci ini dengan berbagai kegiatan yang bermakna.











