Korupsi

Penggelembungan di Badan Gizi Nasional: Kasus Korupsi yang Mengancam Program Makan Bergizi Gratis

×

Penggelembungan di Badan Gizi Nasional: Kasus Korupsi yang Mengancam Program Makan Bergizi Gratis

Share this article
Penggelembungan di Badan Gizi Nasional: Kasus Korupsi yang Mengancam Program Makan Bergizi Gratis
Penggelembungan di Badan Gizi Nasional: Kasus Korupsi yang Mengancam Program Makan Bergizi Gratis

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah dilanda kasus korupsi yang melibatkan penggelembungan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, telah menghentikan sementara penyaluran MBG selama libur sekolah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola program.

Kasus korupsi ini melibatkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dan dua mantan Wakil Kepala BGN, yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Mereka diduga terlibat dalam praktik korupsi dengan nilai anggaran proyek fiktif dan penggelembungan (markup) barang operasional yang mencapai lebih dari Rp1 triliun.

📖 Baca juga:
KPK Tangkap 5 ASN BPK Terkait Kasus Dugaan Suap Bupati Muara Enim

Agustina Arumsari menegaskan bahwa BGN akan melakukan pendataan ulang dapur MBG selama libur sekolah dan memprioritaskan perbaikan dan sinkronisasi data penerima manfaat dalam 1-3 bulan ke depan. Ia juga menjanjikan pengelolaan MBG yang lebih transparan dengan melibatkan pengawasan publik dan media.

Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi MBG, termasuk Sony Sanjaya yang telah mengajukan diri sebagai justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengusut kasus.

📖 Baca juga:
Kepala BGN Nanik Rombak Tata Kelola MBG: Efisiensi Anggaran dan Pemerataan Layanan

Publik menantikan pengusutan kasus korupsi MBG secara transparan dan tuntas, tidak hanya untuk menghukum pelaku, tapi juga untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola institusi negara.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola program-program sosial dan memastikan bahwa anggaran negara digunakan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

📖 Baca juga:
Skandal Kasus Chromebook: Tok dan Dua Direktur Dijatuhi Hukuman Penjara Terberat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *