Bencana Alam

Gempa M 7,7 Filipina: 218 Gempa Susulan Terjadi, Potensi Tsunami Dinyatakan Tidak Berpotensi

×

Gempa M 7,7 Filipina: 218 Gempa Susulan Terjadi, Potensi Tsunami Dinyatakan Tidak Berpotensi

Share this article
Gempa M 7,7 Filipina: 218 Gempa Susulan Terjadi, Potensi Tsunami Dinyatakan Tidak Berpotensi
Gempa M 7,7 Filipina: 218 Gempa Susulan Terjadi, Potensi Tsunami Dinyatakan Tidak Berpotensi

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Juni 2026 | Gempa bumi dengan kekuatan magnitude (M) 7,7 yang mengguncang Mindanao, Filipina, menyebabkan 218 gempa susulan hingga Rabu (10/6/2026) pukul 09.10 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Salah satu gempa susulan tersebut mengguncang wilayah Laut Sulawesi di sekitar Kepulauan Sangihe pada Rabu pukul 08.54.21 WIB. BMKG memastikan gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa terbaru yang terjadi memiliki magnitudo M 5,0. Pusat gempa berada pada koordinat 5,59 derajat lintang utara dan 125,28 derajat bujur timur.

📖 Baca juga:
Gempa Bumi Terbaru di Indonesia: Labuanbajo Diguncang Gempa 5,3 Magnitudo

Lokasinya berada di laut, sekitar 220 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 54 kilometer. Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, gempa tersebut masih merupakan bagian dari rangkaian aktivitas kegempaan setelah gempa besar M 7,7 yang mengguncang Mindanao.

Prof. Danny Hilman Natawidjaja, Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, menegaskan bahwa pemahaman ilmu pengetahuan tentang sumber-sumber gempa di Pulau Jawa masih menyimpan banyak celah. Pengetahuan kita mengenai sesar aktif di Jawa masih menyimpan banyak ketidakpastian.

Ada sejumlah sesar yang sudah diketahui, tetapi karakteristik pentingnya seperti laju pergeseran, segmentasi, hingga magnitudo maksimum masih belum sepenuhnya dipahami. Jawa memiliki sistem sumber gempa yang jauh lebih kompleks dari yang selama ini dipahami masyarakat umum.

📖 Baca juga:
Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Beberapa Wilayah di Indonesia

Selain zona subduksi atau megathrust di selatan Jawa yang sudah banyak dikenal, terdapat pula berbagai sesar aktif di daratan yang sama-sama berpotensi memicu gempa merusak. Salah satu struktur geologi yang paling mengkhawatirkan adalah Java Back-Arc Thrust—sebuah sesar naik besar yang membentang dari wilayah Jakarta hingga Surabaya, tepat di bawah kawasan padat penduduk di pantura Jawa.

Keberadaan sesar ini berkontribusi terhadap tingkat bahaya gempa di bagian utara Jawa yang selama ini kerap dianggap relatif lebih aman. Artinya, ancaman gempa bukan hanya datang dari selatan—ia juga mengintai dari bawah kota-kota besar di utara.

BMKG mencatat dalam sepekan terakhir di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa signifikan dan dirasakan masyarakat sebanyak 31 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Gempa dengan kekuatan magnitude (M) 5,3 di wilayah Laut Sulawesi di sekitar Kepulauan Sangihe tidak berpotensi tsunami.

📖 Baca juga:
Waspada cuaca Jakarta: Hujan Diprediksi di Jaksel dan Jaktim Jumat Ini

Pusat gempa berada di 174 BaratLaut km TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT dan tidak berpotensi tsunami. Gempa terjadi pada pukul 16:16:47 WIB. Gempa berada pada kedalaman 10 km kilometer dan tak berpotensi tsunami.

Titik koordinat gempa berada pada 5.18 LU (Lintang Utara) dan 125.48 BT (Bujur Timur). Dengan demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari BMKG serta instansi terkait.

Kesimpulan: Gempa M 7,7 Filipina menyebabkan 218 gempa susulan yang tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari BMKG serta instansi terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *