Ekonomi

Rupiah Melemah, Sentimen Global Membaik Tapi Ekonomi Domestik Belum Kondusif

×

Rupiah Melemah, Sentimen Global Membaik Tapi Ekonomi Domestik Belum Kondusif

Share this article
Rupiah Melemah, Sentimen Global Membaik Tapi Ekonomi Domestik Belum Kondusif
Rupiah Melemah, Sentimen Global Membaik Tapi Ekonomi Domestik Belum Kondusif

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Juni 2026 | Sentimen global yang membaik tidak bisa menyelamatkan rupiah dari melemahnya nilai tukar terhadap dolar AS. Pada perdagangan pagi ini, rupiah dibuka di level Rp 18.127 per dolar AS dan melemah menjadi Rp 18.172 per dolar AS. Meskipun demikian, rupiah masih memiliki potensi untuk menguat terhadap dolar AS karena menurunnya harga minyak dunia dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, menilai bahwa penguatan rupiah didorong oleh penurunan harga minyak dunia serta pulihnya minat investor terhadap aset berisiko setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Namun, penguatan rupiah diperkirakan masih akan terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati sentimen domestik yang dinilai belum sepenuhnya kondusif.

📖 Baca juga:
CDIA Geliat Pendapatan 19% di Q1 2026, Namun Laba Turun Tajam: Apa Penyebabnya?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan dan menembus level Rp 18.191 per dolar AS. Pelemahan berlanjut hingga menyentuh level Rp 18.191 per dolar AS. Melemahnya nilai tukar mata uang Garuda memicu kekhawatiran di tengah upaya stabilisasi yang telah dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

Sejumlah ekonom menilai situasi saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis 1998 pada era Presiden Soeharto. Menurut mereka, terdapat perbedaan mendasar pada kondisi ekonomi, kesehatan sektor perbankan, serta sistem pengawasan dan stabilitas keuangan yang dimiliki Indonesia saat ini.

📖 Baca juga:
Purbaya Yudhi Sadewa: Menteri Keuangan yang Berjuang untuk Stabilitas Ekonomi

Menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap rupiah berdampak pada meningkatnya kunjungan warga negara asing (WNA) asal Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kantor Imigrasi Nunukan mencatat lonjakan signifikan kedatangan warga Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka setelah nilai tukar Ringgit mencapai sekitar Rp 4.500 per RM 1.

Bank Indonesia (BI) telah melaporkan masalah nilai tukar rupiah yang tiba-tiba menguat terhadap dolar AS dan euro dalam layanan Google Finance pada Sabtu, 1 Februari 2025. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menuturkan, posisi rupiah sentuh 8.000 karena ada masalah di Google.

📖 Baca juga:
Prabowo Dorong Penguatan Fundamental Ekonomi untuk Stabilitas Pasar Keuangan, Pemerintah Aktifkan Bond Stabilization Fund

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah melemahnya nilai tukar mata uang Garuda. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus berupaya untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Namun, situasi saat ini masih memicu kekhawatiran di tengah upaya stabilisasi yang telah dilakukan.

Kesimpulan, rupiah masih memiliki potensi untuk menguat terhadap dolar AS karena menurunnya harga minyak dunia dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, penguatan rupiah diperkirakan masih akan terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati sentimen domestik yang dinilai belum sepenuhnya kondusif. Oleh karena itu, perlu upaya lebih lanjut untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *