Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 Juli 2026 | Penipuan daring yang berkedok sosialisasi tes TOEFL telah menimpa ratusan pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Para pelajar tersebut diminta membayar biaya tes setelah mendapat sosialisasi dari pihak luar sekolah.
Kasus ini mencuat setelah adanya unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa sekitar 108 siswa dari tiga kelas di sebuah SMA di Kota Yogyakarta dikumpulkan dalam satu ruangan untuk mengikuti sosialisasi TOEFL.
Dalam kegiatan tersebut, dua orang petugas memberikan materi kepada para siswa. Namun, suasana sosialisasi disebut berlangsung tegang karena salah satu petugas diduga memberikan tekanan dan intimidasi kepada peserta.
Oknum tersebut juga diduga mengklaim bahwa sertifikat TOEFL yang ditawarkan dapat menjamin kelulusan SMA hingga membantu jenjang karier di TNI maupun Polri.
Dalam sosialisasi itu, nama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) serta Polda DIY juga disebut-sebut untuk meyakinkan siswa bahwa kegiatan tersebut resmi.
Setelah sosialisasi, para siswa ditawari mengikuti tes yang awalnya disebut seharga Rp400 ribu. Harga tersebut kemudian didiskon secara bertahap hingga menjadi Rp100 ribu.
Para siswa hanya diberi waktu sekitar 15 menit untuk melakukan pembayaran. Karena diburu waktu, sejumlah siswa disebut langsung membayar melalui uang tunai, transfer, maupun QRIS.
Kecurigaan mulai muncul setelah para siswa kembali ke kelas. Tidak sampai 10 menit kemudian, salah satu siswa mendapat informasi dari pelajar sekolah lain bahwa kegiatan serupa diduga merupakan modus penipuan.
Para siswa kemudian menelusuri informasi yang tercantum dalam kuitansi. Hasilnya, alamat kantor yang tertera disebut tidak ditemukan atau palsu.
Selain itu, tes yang ditawarkan juga diduga bukan TOEFL resmi, melainkan tes EPT biasa yang dilakukan secara daring.
Di tengah maraknya penipuan daring, Amerika Serikat (AS) menyiapkan bantuan senilai USD2,5 juta untuk mendukung upaya negara-negara ASEAN memerangi penipuan daring dan berbagai kejahatan lintas negara.
China juga akan menggagas aliansi internasional untuk memerangi penipuan daring dan berbagai kejahatan transnasional lainnya.
Polri dan FBI juga sepakat memperkuat sinergi dalam mempercepat penanganan buronan yang masuk daftar Interpol Red Notice.
Registrasi kartu SIM dengan biometrik juga telah memberikan dampak signifikan dalam menekan pertumbuhan nomor baru yang tidak wajar.
Kerugian masyarakat akibat penipuan daring mencapai Rp9,1 triliun dari lebih dari 432 ribu laporan sejak November 2024 hingga awal 2026.
Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan daring dan berbagai kejahatan transnasional lainnya.











