Ekonomi

Rupiah Melemah, Pemerintah dan BI Siapkan Strategi Penguatan

×

Rupiah Melemah, Pemerintah dan BI Siapkan Strategi Penguatan

Share this article
Rupiah Melemah, Pemerintah dan BI Siapkan Strategi Penguatan
Rupiah Melemah, Pemerintah dan BI Siapkan Strategi Penguatan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Juni 2026 | Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah menyatakan kesiapan untuk menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah telah menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS, yang memicu kekhawatiran terhadap sektor industri yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku dan komponen impor.

Menurut Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, depresiasi rupiah telah menciptakan efek polarisasi yang tajam di sektor riil. Industri manufaktur, farmasi, dan otomotif menjadi sektor yang paling terdampak karena sebagian besar bahan baku maupun komponen produksinya masih berasal dari luar negeri.

📖 Baca juga:
Dollar AS Menguat, Rupiah Melemah: Dampaknya pada Perekonomian dan Masyarakat

Pemerintah telah menetapkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk mengelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis. DSI akan mengatur ekspor komoditas batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy bagi kepentingan nasional. Pemerintah berencana menambah daftar komoditas strategis lainnya melalui rapat koordinasi antar kementerian guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga berencana menerbitkan Panda Bonds di Tiongkok untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Penerbitan ini dilakukan melalui diversifikasi sumber pembiayaan internasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa penerbitan Panda Bonds akan membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS.

📖 Baca juga:
Bitcoin Meroket Melewati $78.000 Saat Iran Buka Selat Hormuz: Dampak Geopolitik pada Aset Safe Haven

Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan juga telah menyepakati untuk meningkatkan yield aset Indonesia untuk menarik arus modal asing dan mendukung rupiah. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan yield aset Indonesia untuk membuatnya lebih menarik bagi investor asing.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai pernyataan bersama antara Gubernur BI dan Menteri Keuangan soal strategi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberi sentimen positif ke pasar. Namun, ia mengingatkan bahwa pasar tidak akan cukup tenang jika hanya diberikan narasi koordinasi oleh pemerintah.

📖 Baca juga:
Harga BBM Turun, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru Pertamina dan BP

Pemerintah dan BI harus segera mengambil tindakan nyata untuk meningkatkan yield aset Indonesia dan mendukung rupiah. Dengan demikian, diharapkan rupiah dapat kembali stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *