Ekonomi

Kurs Rupiah Anjlok, Apa yang Mendorong Pelemahan Mata Uang Indonesia?

×

Kurs Rupiah Anjlok, Apa yang Mendorong Pelemahan Mata Uang Indonesia?

Share this article
Kurs Rupiah Anjlok, Apa yang Mendorong Pelemahan Mata Uang Indonesia?
Kurs Rupiah Anjlok, Apa yang Mendorong Pelemahan Mata Uang Indonesia?

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Juni 2026 | Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali mengalami tekanan hebat. Pada Kamis, 4 Juni 2026, nilai tukar rupiah menembus level Rp18.013 per dolar AS, menjadi salah satu level terlemah dalam sejarah. Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang belum mereda.

Menurut pengamat valuta asing, Ibrahim Assuaibi, faktor eksternal masih menjadi pemicu merosotnya mata uang Indonesia tersebut terhadap USD. Konflik Iran dengan AS yang sampai saat ini terus memanas, serta kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah, juga menjadi pemicu terbesar pelemahan rupiah.

📖 Baca juga:
Pasar Modal Indonesia: Antara Tantangan dan Peluang di Tengah Ekonomi Global

Di sisi lain, tekanan domestik juga menjadi faktor yang berperan. Arus keluar modal asing, kebutuhan pembayaran utang luar negeri korporasi, pembayaran dividen perusahaan, hingga meningkatnya permintaan valuta asing di pasar domestik, menjadi beberapa faktor yang menekan pasar keuangan Indonesia.

Rupiah menjadi salah satu mata uang yang paling tertekan di Asia. Investasi valuta asing (valas) bisa menjadi pilihan untuk menambah cuan, dengan membeli mata uang asing saat nilainya rendah, lalu menjual kembali saat nilainya tinggi.

📖 Baca juga:
Purbaya Buka Suara: Ancaman Ekspor Ilegal BBM Subsidi Mengancam Stabilitas Harga dan Fiskal Indonesia

Beberapa mata uang yang baik untuk investasi adalah dolar AS, euro, Swiss Franc, dan yen Jepang. Dolar AS adalah mata uang yang paling berpengaruh karena digunakan dalam berbagai transaksi di seluruh dunia. Euro adalah mata uang utama di Eropa dan nilainya stabil. Swiss Franc termasuk mata uang yang aman untuk investasi, sedangkan yen Jepang memiliki pengaruh yang kuat di dunia.

Untuk memantau pergerakan kurs rupiah, masyarakat bisa menggunakan mesin pencari seperti Google, aplikasi konversi mata uang, atau situs web Bank Indonesia. Dengan demikian, nilai tukar bisa dipantau secara real-time kapan saja dan di mana saja.

📖 Baca juga:
JP Morgan Tuding Indonesia Kampiun Energi: Prabowo Dinilai Jago Strategi Nasional

Kesimpulan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang belum mereda. Investasi valuta asing bisa menjadi pilihan untuk menambah cuan, dengan memilih mata uang yang tepat seperti dolar AS, euro, Swiss Franc, dan yen Jepang. Memantau pergerakan kurs rupiah secara real-time juga menjadi penting untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *