Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Juni 2026 | Indonesia masih menjadi salah satu pasar penerbangan paling potensial di kawasan, menarik perhatian pelaku industri transportasi udara global. Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menyebutkan bahwa pasar domestik menjadi kekuatan utama pengembangan industri penerbangan nasional sekaligus peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri penerbangan nasional karena didukung jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa serta kebutuhan mobilitas yang terus meningkat setiap tahun. "Market domestik, selain sebagai alat penunjang pertumbuhan ekonomi nasional kita, maka ini adalah market yang menjadi opportunity (peluang) untuk pelaku industri khususnya operator penerbangan berjadwal maupun tidak berjadwal," kata Denon.
Denon juga menyebutkan bahwa sebelum pandemi COVID-19, jumlah perjalanan penumpang udara nasional mencapai sekitar 190 juta perjalanan dengan sekitar 80 persen berasal dari pasar domestik Indonesia. Besarnya pasar domestik tersebut menunjukkan sektor penerbangan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegur maskapai Garuda Indonesia karena pesawat yang mengangkut jemaah haji delay hingga berjam-jam di Jeddah. Dahnil meminta maskapai untuk memberikan kompensasi kepada jemaah haji yang terkena dampak delay.
Di lain pihak, maskapai-maskapai penerbangan di Tiongkok akan memangkas biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk rute domestik Tiongkok Daratan pada tiket yang dijual mulai 5 Juni. Biaya tambahan tersebut akan dipangkas menjadi 80 yuan atau sekitar 11,73 dolar AS per segmen penerbangan untuk rute sejauh 800 kilometer atau kurang.
Untuk perjalanan udara dengan balita, ada beberapa tips yang dapat membantu, seperti memilih waktu penerbangan yang strategis, mempersiapkan tas berisi perlengkapan esensial, dan memanfaatkan waktu di bandara untuk membiarkan balita membakar energi.
Garuda Indonesia juga mengungkapkan bahwa bandara Jeddah padat menyebabkan pesawat haji delay. Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, mengatakan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses kepulangan jemaah sekaligus mengantisipasi dampak penyesuaian operasional yang tengah berlangsung di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Penyesuaian jadwal pada sejumlah penerbangan terjadi seiring adanya kepadatan aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz yang berdampak pada proses keberangkatan beberapa penerbangan selama periode pemulangan jemaah haji, termasuk penerbangan Haji Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia bersama otoritas bandara setempat terus melakukan koordinasi dan langkah mitigasi operasional guna memastikan proses pemulangan jemaah haji dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai standar layanan yang ditetapkan.
Untuk meningkatkan kesadaran dan kenyamanan perjalanan, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik dan memahami tips-tips yang dapat membantu. Dengan demikian, perjalanan udara dapat menjadi lebih nyaman dan aman bagi semua penumpang.









