Pendidikan

Mahasiswi UNJ dan Kasus di Kampus: Membongkar Fakta di Balik Berita

×

Mahasiswi UNJ dan Kasus di Kampus: Membongkar Fakta di Balik Berita

Share this article
Mahasiswi UNJ dan Kasus di Kampus: Membongkar Fakta di Balik Berita
Mahasiswi UNJ dan Kasus di Kampus: Membongkar Fakta di Balik Berita

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Juni 2026 | Baru-baru ini, berita tentang mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan kasus di kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Kasus tersebut melibatkan dua mahasiswa yang diduga melakukan tindakan asusila sesama jenis di kampus.

Menurut informasi yang dihimpun, aksi tidak terpuji tersebut dilakukan di selasar perpustakaan PNJ sekira pukul 14.33 WIB. Aksi keduanya sempat terekam video mahasiswa yang berada tidak jauh dari lokasi, dan tersebar di kalangan mahasiswa PNJ.

📖 Baca juga:
DPR Gugat Rencana Penutupan Prodi: Mengapa Kebijakan Ini Perlu Kajian Mendalam

Salah seorang mahasiswa berinisial S, mengaku mengenal sosok pria pada video yang beredar. S turut memastikan lokasi diduga pasangan LGBT berada di lingkungan kampus atau tepatnya di luar perpustakaan.

Di sisi lain, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menetapkan daftar 30 SMA Unggul Garuda Transformasi baru untuk tahun 2026. Sebanyak lima sekolah dari daftar tersebut berlokasi di wilayah DKI Jakarta.

Tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan menengah serta menyiapkan generasi muda yang unggul dan berkarakter. SMA Unggul Garuda Transformasi juga diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan bagi sekolah-sekolah lainnya.

📖 Baca juga:
Kemdiktisaintek Gencar Tutup Prodi Tak Relevan, Dorong Inovasi LPTK & Sinergi Olahraga Kampus

Peran itu bisa diwujudkan melalui berbagai program pendampingan dan pengimbasan bagi SMA maupun MA di sekitarnya. Untuk mengetahui sekolah mana saja yang masuk dalam program ini, simak daftar SMA Garuda Transformasi di Jakarta 2026.

Es goyang, jajanan tradisional yang dahulu menjadi primadona anak sekolah, masih bertahan sebagai salah satu jajanan yang menyimpan tempat tersendiri di hati masyarakat. Meski jumlah pedagangnya terus berkurang dan popularitasnya tak lagi setinggi beberapa dekade lalu, es goyang masih hidup dalam memori banyak orang.

Rakhmat Hidayat, Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menilai fenomena bertahannya es goyang tidak dapat dilihat hanya sebagai persoalan kuliner semata. "Es goyang ini memiliki posisi penting sebagai bagian dari budaya jajan tradisional yang merepresentasikan identitas lokal dan memori kolektif masyarakat," kata Rakhmat.

📖 Baca juga:
39.662 Pendaftar KIP Kuliah SNBT 2026 Dinyatakan Layak Menerima Bantuan Pendidikan

Menurut dia, di tengah maraknya makanan dan minuman modern yang dipasarkan secara masif, terutama kepada generasi Z dan generasi Alpha, es goyang tetap menjadi simbol kesederhanaan sekaligus warisan budaya kuliner yang menghubungkan generasi masa lalu dengan masa kini.

Meski demikian, Rakhmat mengakui bahwa generasi muda saat ini semakin sedikit yang mengenal jajanan tersebut. "Keberadaannya bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga pengalaman sosial yang pernah hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat," ujar dia.

Kesimpulan dari berita ini adalah bahwa kasus di kampus PNJ dan UNJ, serta fenomena es goyang, menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperhatikan dalam masyarakat, terutama dalam hal pendidikan dan budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *