Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 31 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku terkejut dengan kemunculan lagu "MBG" atau "Mas Bahlil Ganteng" yang viral di TikTok dan Instagram. Ia bahkan mengaku penasaran dengan sosok di balik lagu tersebut dan berharap bisa bertemu langsung dengan penciptanya.
Bahlil mengaku baru mengetahui lagu tersebut ketika sedang menjalankan ibadah umrah. Menariknya, lagu yang menyebut namanya itu justru pertama kali menjadi bahan candaan di lingkungan keluarganya.
"Saya lagi ibadah umrah, pagi-pagi bangun, anak saya saja ketawain saya, 'Bapak MBG'," ujar Bahlil sambil tertawa.
Di tengah viralnya lagu tersebut, Bahlil juga menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas anak muda yang memanfaatkan media sosial sebagai ruang berekspresi dan berkarya. Menurutnya, kreativitas digital merupakan hal positif selama tidak melanggar batas-batas tertentu, terutama yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Saya menghargai kreativitas orang-orang, terutama anak-anak muda sekarang," kata Bahlil.
"Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi dan media sosial ini penting, namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Jangan sampai masuk ke SARA karena itu akan memicu terganggunya soliditas kita sesama anak bangsa," lanjutnya.
Bahlil berharap Raffi Ahmad dapat membantunya menemukan sang kreator. "Saya sendiri enggak tahu, dan itu alami sekali. Saya sendiri penasaran ini siapa yang membuat," ucapnya.
"Jadi kalau boleh, Fi, bisa temukan, saya pengin sekali ketemu," lanjut Bahlil.
Lagu "MBG" menjadi salah satu audio yang banyak digunakan di TikTok dan Instagram. Liriknya yang absurd, jenaka, dan mudah diingat membuat lagu tersebut cepat menyebar di media sosial.
Menurut informasi, lagu tersebut dibuat dengan teknologi AI menggunakan rangkaian komentar warganet tentang Bahlil Lahadalia.
Sebagai pejabat publik, Bahlil mengaku terbiasa menerima berbagai bentuk perhatian masyarakat, mulai dari kritik, masukan, hingga konten-konten viral yang menyebut namanya. Menurutnya, hal tersebut merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh setiap tokoh publik.
"Ya, risiko menjadi pejabat publik memang harus siap menerima semuanya," kata Bahlil.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan sikap terbuka Bahlil terhadap berbagai bentuk ekspresi publik yang berkembang di media sosial, selama dilakukan dalam koridor yang positif dan tidak melanggar batas-batas etika.
Dalam kesimpulan, Bahlil Lahadalia menunjukkan sikap yang terbuka dan menghargai kreativitas masyarakat, terutama anak muda, dalam menggunakan media sosial sebagai ruang berekspresi. Ia berharap agar kreativitas tersebut dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan etika dan tidak melanggar batas-batas yang telah ditentukan.











