BERITA

Lebaran Idul Adha 1447 H: Waktu Pemotongan Hewan Kurban dan Perbedaan Metodologi

×

Lebaran Idul Adha 1447 H: Waktu Pemotongan Hewan Kurban dan Perbedaan Metodologi

Share this article
Lebaran Idul Adha 1447 H: Waktu Pemotongan Hewan Kurban dan Perbedaan Metodologi
Lebaran Idul Adha 1447 H: Waktu Pemotongan Hewan Kurban dan Perbedaan Metodologi

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Mei 2026 | Lebaran Idul Adha 1447 H telah tiba, dan umat Islam di seluruh dunia merayakannya dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur. Salah satu tradisi yang paling penting dalam perayaan Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban, yang dilakukan sebagai bentuk pengorbanan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Menurut laman resmi Bimas Islam Kemenag, waktu pemotongan hewan kurban dimulai setelah salat Idul Adha tanggal 10 Zulhijah hingga hari Tasyrik, yakni tanggal 11 sampai 13 Zulhijah. Dengan demikian, batas akhir pemotongan hewan kurban adalah hari Tasyrik tanggal 13 Zulhijah.

📖 Baca juga:
Daehoon Tegaskan Batas Co‑Parenting dengan Jule demi Kesejahteraan Anak

Namun, perlu diingat bahwa perbedaan metodologi dalam menentukan tanggal Idul Adha dapat menyebabkan perbedaan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Muhammadiyah, misalnya, menetapkan Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026, berbeda dengan pemerintah yang menetapkannya pada tanggal yang sama.

Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan dalam metode hisab dan rukyat, yang digunakan untuk menentukan tanggal Idul Adha. Muhammadiyah menggunakan metode hisab yang berbeda dengan pemerintah, sehingga menghasilkan tanggal yang berbeda.

Di samping perbedaan metodologi, perlu juga diingat bahwa penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan syariat Islam. Hewan kurban harus dipilih dengan teliti, dan penyembelihan harus dilakukan dengan cara yang cepat dan tidak menyakitkan.

📖 Baca juga:
Skandal Prank Damkar: Debt Collector Dihukum, AFPI Gandeng OJK Hentikan Praktik Intimidasi

Dalam perayaan Idul Adha, umat Islam juga diingatkan untuk memperhatikan kebersihan dan kesehatan dalam pengolahan daging kurban. Daging kurban harus diolah dengan cara yang benar, dan dibagikan kepada yang membutuhkan dengan cara yang adil dan merata.

Idul Adha juga merupakan momentum untuk memperkuat ukhuwah dan silaturahmi di antara umat Islam. Dalam perayaan ini, umat Islam diharapkan dapat mempereratkan hubungan dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar, serta memperkuat komitmen untuk menjalankan ajaran Islam dengan benar.

Dalam rangka memperingati Idul Adha, istri mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno, menjenguk suaminya di Rutan KPK dengan membawa tempe goreng sebagai buah tangan. Yaqut tidak dapat makan santan karena alasan kesehatan, sehingga Eny membawa makanan yang sesuai dengan kebutuhan suaminya.

📖 Baca juga:
Pajak Kendaraan Dihapus, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Luncurkan Sistem Jalan Berbayar

Dalam momen Idul Adha ini, umat Islam diharapkan dapat memperkuat iman dan takwa, serta mempereratkan hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Dengan demikian, perayaan Idul Adha dapat menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *