Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026). IHSG ditutup anjlok 3,54 persen ke level 6.094,94 setelah sempat menguat di awal perdagangan.
Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka menguat pada level 6.366,48 pada perdagangan hari ini. Namun, IHSG hanya sebentar di zona hijau pada pagi hari sebelum terjun bebas ke zona merah hingga penutupan perdagangan hari ini.
Adapun level tertinggi IHSG hari ini tercatat pada posisi 6.378,81, sedangkan level terendahnya pada posisi 6.080,95. Sementara itu, investor membukukan transaksi sebesar Rp18,33 triliun dengan volume transaksi yang diperjualbelikan sebesar 35,67 miliar lembar saham dan frekuensi perdagangan dilakukan sebanyak 2,145 juta kali.
Kemudian, sebanyak 88 saham mengalami penguatan, 663 saham melemah, dan 69 saham stagnan alias tidak mengalami perubahan. Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini diikuti oleh mayoritas saham unggulan yang juga berada di zona merah.
Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, tekanan di pasar saham dipengaruhi faktor teknikal dan sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Rosan menambahkan, investor perlu melihat fundamental perusahaan secara jangka panjang, terutama kinerja BUMN yang disebut masih kuat.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa reaksi negatif pasar itu hanyalah bentuk panic selling (jual panik) sementara akibat belum utuhnya pemahaman investor terhadap esensi dan dampak riil dari kebijakan ekspor satu pintu. Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan di bursa.
Karena itu, IHSG yang anjlok 3,54 persen ke level 6.094,94 pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026) dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk sentimen internal dan global. Namun, para menteri yakin bahwa kebijakan ekspor satu pintu ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan di bursa dan mempertebal bottom line atau laba bersih emiten-emiten SDA yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kesimpulan, IHSG anjlok 3,54 persen ke level 6.094,94 pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026) dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk sentimen internal dan global. Namun, para menteri yakin bahwa kebijakan ekspor satu pintu ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan di bursa dan mempertebal bottom line atau laba bersih emiten-emiten SDA yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).











