Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Agustus 2026 | Nirmal Purja, seorang pendaki gunung legendaris asal Nepal-Britania, telah meninggal dunia akibat longsor salju di Broad Peak, Pakistan. Ia dikenal karena telah mencapai puncak 14 gunung tertinggi di dunia dalam waktu kurang dari tujuh bulan pada tahun 2019.
Purja, yang berusia 43 tahun, sebelumnya merupakan anggota Brigade of Gurkhas dan Special Boat Squadron of the Royal Marines sebelum beralih menjadi pendaki gunung penuh waktu dan pemandu. Ia memecahkan rekor sebelumnya dengan menyelesaikan pendakian ke puncak 14 gunung tertinggi di dunia dalam waktu 6 bulan dan 6 hari.
Ia juga terkenal karena memimpin tim pertama yang berhasil mencapai puncak K2, gunung tertinggi kedua di dunia, pada musim dingin tahun 2021. Purja dianugerahi MBE oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 2018 atas prestasinya dalam pendakian gunung tinggi.
Perusahaan ekspedisi milik Purja, Elite Expeditions, mengkonfirmasi kematian Purja dan beberapa anggota ekspedisi lainnya dalam sebuah pernyataan. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa mereka telah menerima konfirmasi bahwa beberapa anggota ekspedisi lainnya juga tidak selamat.
Pangeran William juga mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa ia ‘sangat sedih’ atas kematian Purja. Ia menggambarkan Purja sebagai seorang pendaki gunung yang luar biasa dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Purja dan keluarga anggota ekspedisi lainnya yang meninggal.
Kematian Purja dan anggota ekspedisi lainnya telah menyebabkan kesedihan besar di kalangan masyarakat pendaki gunung dan komunitas internasional. Mereka akan selalu diingat sebagai pionir pendakian gunung yang berani dan berdedikasi.
Kesimpulan, kematian Nirmal Purja merupakan kehilangan besar bagi dunia pendakian gunung dan komunitas internasional. Ia akan selalu diingat sebagai seorang pendaki gunung legendaris yang telah mencapai puncak 14 gunung tertinggi di dunia dan memecahkan rekor-rekor dalam pendakian gunung.











