Uncategorized

Federasi Sepak Bola Prancis Minta FIFA Batalkan Kartu Kuning Michael Olise

×

Federasi Sepak Bola Prancis Minta FIFA Batalkan Kartu Kuning Michael Olise

Share this article
Federasi Sepak Bola Prancis Minta FIFA Batalkan Kartu Kuning Michael Olise
Federasi Sepak Bola Prancis Minta FIFA Batalkan Kartu Kuning Michael Olise

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Juli 2026 | Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengajukan banding kepada FIFA untuk membatalkan kartu kuning yang diterima Michael Olise saat Prancis menyingkirkan Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Langkah itu dilakukan setelah FIFA sebelumnya menciptakan preseden dengan membatalkan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, usai adanya permintaan peninjauan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Olise mendapat kartu kuning setelah terlibat perselisihan dengan gelandang Paraguay, Matias Galarza, dalam laga yang berlangsung sengit. Prancis akhirnya menang 1-0 berkat gol penalti Kylian Mbappe pada babak kedua. Insiden bermula ketika Galarza terjatuh sambil memegangi wajahnya seusai berduel dengan Olise. Namun, tayangan ulang memperlihatkan pemain Bayern Munchen itu hanya memegang jersey lawannya saat keduanya terlibat saling dorong.

📖 Baca juga:
Drama 4-3 Bayern Munchen vs Real Madrid: Kartu Merah Camavinga Jadi Penentu Tiket Semi Final

Setelah kejadian itu, sumber dari kubu Prancis mengungkapkan kepada ESPN bahwa FFF akan mengajukan banding atas keputusan wasit tersebut. Banding yang diajukan Prancis tidak terlepas dari keputusan FIFA yang sebelumnya menangguhkan hukuman kartu merah Folarin Balogun. Penyerang Amerika Serikat itu sempat menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina, tetapi FIFA kemudian membatalkan hukuman larangan satu pertandingannya sehingga ia tetap dapat tampil melawan Belgia di babak 16 besar.

Keputusan tersebut menjadi sorotan luas karena muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menelepon Presiden FIFA Gianni meninjau kembali kartu merah Balogun. Presiden FIFA Gianni Infantino mengakui sempat membahas kasus tersebut dengan Trump. Namun, ia menegaskan keputusan akhir diambil oleh badan peradilan independen FIFA sesuai prosedur yang berlaku.

📖 Baca juga:
Kroasia dan Ghana Tampil di Piala Dunia 2026: Hasil dan Pemain yang Mencetak Gol

Di sisi lain, Trump mengklaim dirinya berhasil membuat FIFA meninjau kembali kasus Balogun, meski menegaskan tidak pernah meminta hasil tertentu. Keputusan FIFA itu menuai kritik dari berbagai pihak. Federasi Sepak Bola Belgia bahkan menyatakan kekecewaannya. Dengan adanya preseden tersebut, Prancis menilai kartu kuning yang diterima Olise juga layak ditinjau ulang.

Selain itu, terdapat kontroversi lain yang melibatkan senator Paraguay, Celeste Amarilla, yang melontarkan komentar bernada rasis terhadap Kylian Mbappe. Mbappe menyebut Amarilla sebagai sosok yang memalukan dan tidak layak menduduki jabatan publik. Ia menegaskan bahwa tindakan Amarilla justru menghapus apresiasi dunia terhadap perjuangan tim nasional Paraguay di Piala Dunia.

📖 Baca juga:
Andreas Schjelderup dan Norway Siap Hadapi Brazil di Piala Dunia 2026

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) turut bereaksi keras terhadap komentar Amarilla. Dalam pernyataan resminya, FFF menyebut komentar Amarilla sebagai tindakan rasis yang sama sekali tidak dapat diterima. FFF menyatakan akan membawa kasus ujaran rasialisme ini ke jalur hukum. Otoritas tertinggi sepak bola Prancis itu juga menegaskan dukungan penuh mereka di belakang Mbappe yang menjadi korban serangan, sekaligus memperkuat komitmen global untuk melawan segala bentuk diskriminasi.

Kesimpulan, Federasi Sepak Bola Prancis mengajukan banding kepada FIFA untuk membatalkan kartu kuning Michael Olise. Sementara itu, kontroversi lain melibatkan senator Paraguay yang melontarkan komentar rasis terhadap Kylian Mbappe, yang kemudian dibalas oleh Mbappe dan Federasi Sepak Bola Prancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *