Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 31 Mei 2026 | Arsenal kembali mengalami kegagalan di Liga Champions. Kali ini, mereka kalah dari PSG dalam adu penalti. Ini adalah kegagalan ketiga mereka dalam final Liga Champions melalui adu penalti. Arsenal memiliki sejarah yang panjang dan tradisi yang kuat, tetapi mereka hanya memiliki dua gelar Eropa, yaitu Inter Cities Fairs Cup dan European Cup Winners’ Cup, yang kini sudah tidak ada lagi.
Sejak 1970, Arsenal telah bermain di 42 kampanye Eropa dan memiliki banyak kesempatan untuk memenangkan gelar. Namun, mereka sering kali kalah di tahap akhir, semi-final, atau final. Mereka telah mencapai sembilan final UEFA dan kalah tujuh kali. Beberapa kegagalan tersebut sangat menyakitkan, seperti kekalahan dari Zaragoza di final European Cup Winners’ Cup 1994-1995.
Pada 2005-2006, Arsenal memiliki tim yang kuat dengan pemain seperti Thierry Henry, Van Persie, Bergkamp, dan Cesc Fàbregas. Mereka berhasil mencapai final Liga Champions, tetapi kalah dari Barcelona. Kegagalan tersebut masih terasa hingga saat ini.
Arsenal perlu memperkuat diri dan belajar dari kegagalan-kegagalan sebelumnya. Mereka harus meningkatkan kualitas pemain dan strategi permainan untuk bisa bersaing dengan tim-tim lain di Liga Champions. Dengan demikian, mereka dapat memenangkan gelar Eropa dan mengakhiri kegagalan yang telah berlangsung lama.
Cesc Fàbregas, yang kini telah pensiun, masih diingat sebagai salah satu pemain terbaik Arsenal. Ia memiliki peran penting dalam kesuksesan Arsenal di awal 2000-an. Namun, kegagalan Arsenal di Liga Champions masih menjadi tema yang hangat dibicarakan.











