Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah memicu perdebatan di berbagai platform. Mulai dari format baru 48 tim, isu visa bagi beberapa negara peserta, hingga jarak perjalanan yang sangat jauh antar kota tuan rumah menjadi bahan kritik yang terus bermunculan.
Bagi sebagian penggemar sepak bola, edisi 2026 bahkan disebut sebagai salah satu Piala Dunia yang paling kontroversial dalam sejarah. Namun, di tengah berbagai kritik tersebut, FIFA justru menunjukkan optimisme yang sangat besar terhadap turnamen ini.
Badan sepak bola dunia FIFA menargetkan pendapatan hingga 13 miliar dolar AS dari Piala Dunia 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 72 persen dibandingkan pendapatan Piala Dunia 2022 di Qatar yang mencapai 7,57 miliar dolar AS.
Salah satu faktor utama yang membuat FIFA begitu percaya diri adalah kekuatan pasar Amerika Serikat. Dari total proyeksi pendapatan, sekitar 4,26 miliar dolar AS diperkirakan berasal dari hak siar.
Pasar Amerika memainkan peran besar melalui kontrak siaran yang dimiliki Fox Sports dan Telemundo. Nilainya mencapai sekitar 1,25 miliar dolar AS dan menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar FIFA.
Selain hak siar, sektor sponsor juga menunjukkan tren yang serupa. Pada Piala Dunia 2022, perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat menyumbang sekitar 36 persen dari total nilai sponsorship FIFA.
Untuk edisi 2026, kontribusi tersebut diperkirakan meningkat hingga lebih dari separuh total sponsor yang terlibat. Kepercayaan FIFA terhadap Amerika sebenarnya bukan hal baru.
Saat negara tersebut ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 1994, keputusan itu sempat dipertanyakan banyak pihak. Namun, pada akhirnya, Piala Dunia 1994 berhasil meningkatkan popularitas sepak bola di Amerika Serikat dan membuka jalan bagi lahirnya Major League Soccer (MLS).
Di luar konteks Piala Dunia, sepak bola di Amerika Serikat memiliki sejarah unik. Olahraga ini dikenal dengan nama “soccer” untuk membedakannya dengan American Football, yang sangat populer di negara tersebut.
Istilah “soccer” awalnya muncul di Inggris akhir abad ke-19 sebagai slang dari “Association Football” dan dibawa ke Amerika Utara oleh imigran Inggris. Di Amerika Serikat, kata “football” sudah identik dengan American Football, sehingga istilah “soccer” dipakai untuk menghindari kebingungan penyebutan olahraga.
Kebangkitan Major League Soccer (MLS) membuat istilah “soccer” kini diterima luas sebagai identitas budaya unik dan simbol industri olahraga modern Amerika Utara.
Sementara itu, dalam konteks Piala Dunia 2026, Timnas Amerika Serikat juga menunjukkan performa yang memuaskan. Mereka berhasil mengalahkan Paraguay dengan skor 4-1 pada laga pertama Grup D.
Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, melontarkan apresiasi tinggi kepada Timnas Amerika Serikat. Menurutnya, skuad berjuluk The Yanks tersebut berpotensi menjadi salah satu tim yang mampu mencuri perhatian di ajang Piala Dunia 2026.
Henry mengungkapkan bahwa sejak awal ia telah menaruh keyakinan besar terhadap peluang Amerika Serikat di turnamen ini. Baginya, tim tersebut memiliki modal yang cukup untuk memberikan kejutan dan bersaing dengan negara-negara besar lainnya.
Pertandingan pertama di putaran final jauh lebih menentukan dibandingkan sederet laga uji coba yang dimainkan sebelum kompetisi resmi dimulai. Ia menilai laga seperti inilah yang menunjukkan karakter asli sebuah tim.
Amerika Serikat akan menghadapi Australia pada 19 Juni mendatang di Seattle Stadium dalam laga yang diprediksi berlangsung meriah berkat dukungan penuh suporter tuan rumah.
Kesimpulan, Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat memang masih menyisakan beberapa kontroversi, namun dengan kekuatan pasar dan optimisme FIFA, turnamen ini berpotensi menjadi salah satu yang paling sukses dalam sejarah Piala Dunia.











