Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Agustus 2026 | Sampah menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling mendesak di Indonesia. Namun, berkat inovasi terbaru, sampah dapat diubah menjadi energi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengembangkan teknologi pirolisis yang dapat mengubah sampah menjadi minyak bahan bakar.
Presiden Prabowo Subianto telah meninjau mesin pirolisis yang dikembangkan BRIN dan menyatakan bahwa teknologi ini dapat membantu mengatasi masalah lingkungan dan energi di Indonesia. Mesin pirolisis ini dapat mengolah sampah yang tidak memiliki nilai jual menjadi minyak bahan bakar dengan kualitas setara diesel.
Selain itu, PT Danantara Investment Management (DIM) juga telah membuka seleksi mitra proyek pengolahan sampah menjadi listrik. Proyek ini bertujuan untuk mengubah sampah menjadi energi listrik dan mengurangi dampak lingkungan yang negatif.
Di Jakarta Timur, Pemerintah Kota Jakarta Timur telah mengadakan gerakan pilah sampah dan mengedukasi warga tentang pentingnya memilah sampah. Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengubah sampah menjadi energi.
Namun, di Salatiga, kebijakan pelarangan membuang sampah organik di tempat pembuangan sementara (TPS) dan TPA telah menimbulkan kebingungan di kalangan warga. Warga merasa bahwa kebijakan ini tidak memiliki solusi nyata untuk mengatasi masalah sampah di Salatiga.
Untuk mengatasi masalah lingkungan yang terkait dengan sampah, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Inovasi-inovasi seperti teknologi pirolisis dan proyek pengolahan sampah menjadi listrik dapat membantu mengatasi masalah lingkungan dan energi di Indonesia.
Kesimpulan, masalah sampah di Indonesia dapat diatasi dengan inovasi dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan mengubah sampah menjadi energi, kita dapat mengurangi dampak lingkungan yang negatif dan menciptakan energi yang bersih dan berkelanjutan.







