TEKNO

Peretas Menjadi Ancaman Besar di Era Digital, Bagaimana Cara Melindungi Diri?

×

Peretas Menjadi Ancaman Besar di Era Digital, Bagaimana Cara Melindungi Diri?

Share this article
Peretas Menjadi Ancaman Besar di Era Digital, Bagaimana Cara Melindungi Diri?
Peretas Menjadi Ancaman Besar di Era Digital, Bagaimana Cara Melindungi Diri?

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Agustus 2026 | Di era digital saat ini, kejahatan siber telah menjadi ancaman besar bagi masyarakat. Peretas telah menemukan cara-cara baru untuk mengakses informasi pribadi dan melakukan kejahatan. Salah satu contoh kejahatan siber yang baru-baru ini terjadi adalah peretasan akun WhatsApp. Peretas dapat mengirimkan kode khusus yang tersembunyi di balik lalu lintas data aplikasi, sehingga sistem perangkat dapat dijebol tanpa disadari.

Untuk melindungi diri dari peretas, pengguna harus waspada terhadap tanda-tanda penyadapan, seperti pesan terkirim sendiri dan logout tiba-tiba. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, pengguna dapat melakukan beberapa langkah darurat, seperti melaporkan ke dukungan teknis dan mengaktifkan verifikasi dua langkah.

📖 Baca juga:
Google Play Store Mengalami Perubahan Besar: Akses Terbuka untuk Pesaing dan Toko Aplikasi Lain

Selain itu, peretas juga dapat mengancam keamanan data pribadi. Contohnya, peretas telah membobol pusat data Ticketmaster dan perusahaan induknya, Live Nation, sehingga mengakibatkan kebocoran data pribadi para pencinta musik dan penonton konser global. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk mengenali tanda-tanda akun yang sedang diretas dan memahami tindakan penanganannya.

Di Indonesia, pemerintah juga telah mengambil langkah untuk melindungi keamanan data pribadi. Misalnya, Dinas Pendidikan Jawa Tengah telah mengembangkan platform Pintar Di Jateng yang akan menampung data pelajar dan guru. Platform ini dijamin akan diperkuat keamanan datanya agar tidak bisa dibobol oleh peretas.

📖 Baca juga:
Revolusi Transportasi: Robotaxi Tanpa Pedal Rem, Mungkinkah?

Peretas juga dapat mengancam keamanan negara. Contohnya, peretas Rusia telah mengklaim memiliki bukti keterlibatan langsung NATO terhadap sejumlah serangan di wilayah Rusia. Peretas tersebut mengatakan bahwa bukti tertulis yang diperoleh menunjukkan bahwa Bart De Wachter, seorang spesialis perang hibrida yang berafiliasi dengan intelijen NATO, telah memberikan informasi intelijen kepada Dinas Keamanan Ukraina.

Dalam menghadapi ancaman peretas, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan data pribadi dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko kejahatan siber dan menjaga keamanan data pribadi.

📖 Baca juga:
Adobe Siapkan Pekerja Kreatif dan Penasihat untuk Masa Depan AI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *