Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Juni 2026 | Misi NASA Lucy telah mengungkap sejarah asteroid yang tersembunyi. Pada musim panas mendatang, pesawat luar angkasa Lucy akan mendekati beberapa asteroid di dekat Jupiter. Sebelumnya, pesawat luar angkasa ini telah mempelajari asteroid lain secara lebih dekat.
Asteroid Donaldjohanson, yang diamati oleh pesawat luar angkasa Lucy pada 20 April 2025, menampilkan peta gravitasi di permukaannya. Misi Lucy adalah perjalanan pertama yang bertujuan untuk membuka rahasia sejarah tata surya kita, tetapi juga memperluas pengetahuan tentang asteroid lain.
Pesawat luar angkasa Lucy diluncurkan pada musim gugur 2021 dan telah bergerak melalui ruang antarplanet sejak itu. Pada Agustus 2027, pesawat luar angkasa ini akan tiba di salah satu dari enam target utamanya, yaitu asteroid “Trojan” yang berjumlah jutaan dan bergerak di sekitar Jupiter.
Asteroid Trojan dipercaya sebagai “fosil” dari hari-hari awal tata surya yang penuh gejolak. Mereka adalah sisa-sisa dari interaksi gravitasi yang keras antara planet-planet raksasa. Potongan-potongan asteroid ini mungkin telah membantu menyebarkan precursors kehidupan ke Bumi, membawa air dan senyawa organik dari bagian luar tata surya.
Sementara itu, SpaceX telah menghadapi tantangan dalam mengembangkan teknologi roketnya. Elon Musk, CEO SpaceX, telah membangun hubungan dekat dengan pemerintah Trump, yang memberinya pengaruh besar atas keputusan regulasi.
Para astronom juga telah menemukan galaksi yang paling primitif secara kimiawi, yang disebut LAP1-B, yang berusia 800 juta tahun setelah Big Bang. Penemuan ini dilakukan dengan menggunakan Teleskop James Webb dan teknik gravitasi lensa.
Di lain pihak, Vandenberg Space Force Base telah meluncurkan era baru dengan demolisi Space Launch Complex-6 (SLC-6). SLC-6 telah digunakan selama lebih dari 60 tahun dan telah menjadi bagian dari sejarah ruang angkasa Amerika.
Blue Origin juga telah memulai pembangunan kembali peluncuran roket setelah kegagalan peluncuran New Glenn. CEO Blue Origin, Dave Limp, mengatakan bahwa perusahaan telah memulai pembangunan kembali dan berharap dapat kembali meluncurkan roket sebelum akhir tahun 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia ruang angkasa telah mengalami perkembangan yang pesat. Dengan kemajuan teknologi dan investasi yang besar, perusahaan-perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin telah menjadi pemain utama dalam industri ruang angkasa.











