OLAHRAGA

Tottenham Hotspur Zona Merah: Drama Degradasi Premier League Memanas di Pekan Terakhir

×

Tottenham Hotspur Zona Merah: Drama Degradasi Premier League Memanas di Pekan Terakhir

Share this article
Tottenham Hotspur Zona Merah: Drama Degradasi Premier League Memanas di Pekan Terakhir
Tottenham Hotspur Zona Merah: Drama Degradasi Premier League Memanas di Pekan Terakhir

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 April 2026 | Tottenham Hotspur kini berada di zona merah Premier League, menempati posisi ke-18 dengan 31 poin. Tekanan meningkat tajam setelah hasil imbang melawan Brighton & Hove Albion yang menelan gol penyeimbang di menit akhir. Sementara itu, rival sekotanya West Ham United gagal memaksimalkan peluang dan hanya berhasil imbang di markas Crystal Palace, menjaga jarak dua poin di atas batas aman.

Pelatih West Ham, Nuno Espirito Santo, menegaskan bahwa pertarungan zona merah akan berlangsung hingga putaran terakhir. “Musim ini sangat ketat, dan perjuangan kami belum selesai,” ujarnya kepada BBC pada Selasa, 21 April 2026. Di sisi lain, Roberto De Zerbi, manajer Spurs, tetap optimis meski statistik tidak mendukung; ia menyatakan timnya mampu meraih lima kemenangan beruntun, padahal Spurs belum mencatat satu kemenangan dalam 15 pertandingan liga terakhir.

📖 Baca juga:
Misteri PL: Dari Sumur Minyak Norwegia hingga Kemenangan U18 Palace di Premier League Cup

Data performa memperjelas jurang antara Tottenham dan klub-klub lain yang juga berjuang menghindari degradasi. Dalam 12 laga terakhir, West Ham mengumpulkan 19 poin, Nottingham Forest 18 poin dari 13 laga, dan Leeds United 18 poin dari 14 laga. Sebaliknya, sejak akhir Desember, Tottenham hanya memperoleh enam poin dari 15 pertandingan. Statistik ini menambah beban mental pada skuad Lilywhites yang kini harus menunggu lima pertandingan tersisa untuk mengubah nasib.

Berikut rangkuman poin dan performa lima klub terdekat di zona merah:

Klub Poin Form Terakhir (Poin)
Tottenham Hotspur 31 6 (15 laga)
West Ham United 33 19 (12 laga)
Leeds United 38 18 (14 laga)
Nottingham Forest 37 18 (13 laga)
Burnley 20 7 (10 laga)

Jadwal sisa musim Tottenham tampak menantang namun masih memberikan peluang. Setelah melawan Wolverhampton Wanderers—yang sudah dipastikan terdegradasi—Spurs akan menghadapi Leeds United, Aston Villa, Chelsea, dan Everton. Pertandingan melawan Leeds dianggap krusial karena dapat menutup jarak dengan zona aman. Sementara itu, West Ham memiliki agenda melawan Everton, Brentford, Arsenal, Newcastle United, dan Leeds United, yang juga berpotensi memperkecil celah poin.

📖 Baca juga:
Duel Manchester City vs Arsenal Dijuluki ‘Final’ Premier League 2025/2026

Jika Tottenham gagal mengalahkan Wolves pada pekan ini, mereka akan menyamai rekor terburuk klub tanpa kemenangan di liga, yang terakhir terjadi pada musim 1934/1935. Namun, kemenangan atas Wolves dapat mengubah dinamika papan bawah, memberi Spurs dorongan moral dan tiga poin penting sebelum menghadapi lawan-lawannya yang lebih kuat.

Selain persaingan domestik, situasi liga Inggris juga dipengaruhi oleh klub lain yang telah terdegradasi. Wolverhampton Wanderers telah resmi turun setelah mengumpulkan hanya 17 poin dari 33 pertandingan. Posisi Burnley di peringkat ke-19 dengan 20 poin menambah ketegangan, karena mereka berpotensi menggantikan Wolves jika West Ham gagal mengamankan poin.

Dalam beberapa pekan terakhir, Tottenham menunjukkan upaya tak kenal lelah. Pemain seperti Lucas Bergvall, yang sebelumnya mencetak gol penting di Liga Champions, kini berusaha menambah kontribusi di Premier League. De Zerbi terus mengandalkan kombinasi taktik menyerang dan pertahanan yang disiplin, meski hasilnya belum memuaskan.

📖 Baca juga:
Brentford vs Fulham: Drama Tanpa Gol, Leno Selamatkan Fulham dan Gagal Impian Eropa Brentford

Secara keseluruhan, drama degradasi Premier League menjelang pekan akhir semakin intens. Tottenham Hotspur zona merah harus memanfaatkan setiap kesempatan, sementara West Ham United berupaya mempertahankan posisi di zona aman. Pertarungan ini tidak hanya memengaruhi nasib klub, tetapi juga menambah ketegangan bagi para pendukung yang berharap tim kesayangan mereka tetap berada di kasta tertinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *