Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 April 2026 | Pertandingan antara Stoke City vs Millwall di Bet365 Stadium berakhir dengan skor 1-3 yang mengukir kemenangan dramatis bagi Millwall. Kemenangan ini menempatkan tim London Selatan pada posisi kedua klasemen Championship, hanya tiga poin di atas Ipswich Town dan menambah tekanan pada Mark Robins di sisi Stoke.
Sejak peluit pertama, Millwall menunjukkan agresivitas dalam menyerang. Pada menit ke-20, Camiel Neghli membuka skor setelah menerima umpan melengkung dari Zak Sturge, lalu mengeksekusi tendangan kaki kiri yang melengkung ke sudut atas gawang. Gol pertama ini memberi Millwall keunggulan awal dan memaksa Stoke untuk meningkatkan intensitas.
Kekalahan pertama Stoke terjadi pada menit ke-55 ketika Femi Azeez, penyerang Millwall, mencetak gol kedelapan belas musim ini. Azeez menerima umpan silang dan melepaskan tembakan keras kiri yang tak dapat dijangkau oleh penjaga gawang Gavin Bazunu. Gol tersebut memperlebar jarak menjadi 2-0.
Masalah pertahanan Stoke semakin nyata ketika pada menit ke-60 terjadi gol bunuh diri. Caleb Taylor, bek muda Stoke, secara tidak sengaja menyingkirkan bola ke sudut gawang setelah upaya menghalau serangan Millwall, menambah keunggulan Millwall menjadi 3-0.
Stoke tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-69, penyerang muda Josh Coburn berhasil memanfaatkan kekacauan di kotak penalti Millwall, menebak bola yang salah posisi dan menekuknya ke sudut gawang, memperkecil selisih menjadi 3-1. Gol Coburn menjadi gol terakhir dalam laga yang penuh emosi ini.
Penampilan penonton juga menjadi sorotan. Stadion yang biasanya penuh sesak tampak setengah kosong, mencerminkan kekecewaan pendukung Stoke yang menyaksikan tim mereka kehilangan tiga poin penting di kandang sendiri. Meski begitu, sebagian penonton tetap memberikan dukungan, terutama untuk dua akademi muda yang mendapat kesempatan pertama, Pijus Otegbayo dan Syd Agina.
Setelah pertandingan, Mark Robins memberikan komentar yang lugas. Ia menyatakan kelelahan dengan tim-tim yang datang ke stadion dan “melihat poin mereka diambil”. Robins menegaskan bahwa timnya harus meningkatkan ketangguhan fisik dan mental, serta menambah intensitas dalam duel udara. Ia menambahkan, “Kami berada di fase yang menjanjikan di awal musim, namun hasil akhir tidak mencerminkan harapan itu. Musim panas tidak sabar menunggu”.
Di sisi lain, Alex Neil, mantan pelatih Stoke yang kini memimpin Millwall, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tim. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan semangat juang menjelang dua pertandingan terakhir. “Kami berada di tengah-tengah lomba promosi otomatis, dan setiap poin sangat berarti. Kami akan terus berjuang sampai akhir” ujar Neil.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Millwall dalam serangan, dengan total tembakan ke gawang mencapai 15 kali, sementara Stoke hanya mencatat 7 tembakan. Penguasaan bola lebih tinggi pada pihak Millwall, meski Stoke menunjukkan beberapa peluang melalui serangan balik.
Hasil ini menambah beban pada Stoke City yang kini hanya meraih dua kemenangan dalam sepuluh pertandingan terakhir. Kegagalan ini menurunkan harapan mereka untuk bersaing di zona promosi, dan menempatkan mereka dalam zona tengah klasemen dengan peluang terbatas untuk kembali ke puncak.
Dengan tiga pertandingan tersisa, Millwall berpeluang mengamankan promosi otomatis jika mereka terus mempertahankan performa seperti ini. Sementara itu, Mark Robins diharapkan melakukan penyesuaian taktis agar Stoke dapat bangkit kembali di laga berikutnya.











