Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Juni 2026 | Pelatih tim nasional sepak bola Republik Demokratik (RD) Kongo, Sebastien Desabre, mengungkapkan rasa bangganya setelah tim asuhannya berhasil mengukir sejarah baru dengan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah bagi negara tersebut karena untuk pertama kalinya mereka berhasil menembus fase gugur turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Kepastian langkah RD Kongo didapat setelah mereka memetik kemenangan krusial 3-1 atas Uzbekistan pada laga penentu Grup K yang berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Minggu (28/6) WIB.
Hasil ini menempatkan Kongo sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak selanjutnya.
Menurut Desabre, pencapaian ini bukan merupakan kebetulan, melainkan buah dari kerja keras kolektif selama empat tahun terakhir.
Dalam laga melawan Uzbekistan, para pemain menunjukkan mentalitas baja dan semangat pantang menyerah meski sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama.
RD Kongo berhasil bangkit melalui dua gol yang dilesakkan oleh Yoane Wissa dan satu gol tambahan dari Fiston Mayele.
Kemenangan ini juga tercatat sebagai kemenangan perdana mereka di putaran final Piala Dunia sejak debut mereka sebagai Timnas Zaire pada edisi 1974 silam.
Sementara itu, pelatih Irak, Graham Arnold, menilai sepak bola Asia masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar untuk bisa bersaing secara konsisten dengan negara-negara papan atas dunia.
Menurutnya, perbedaan kualitas itu terlihat jelas ketika tim-tim Asia berhadapan dengan negara yang dihuni pemain-pemain dari kompetisi elite Eropa.
Arnold menyampaikan pandangannya setelah menghadapi Senegal dalam laga uji coba.
Ia mengakui bahwa pertandingan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai jarak yang masih memisahkan tim-tim Asia dengan kekuatan sepak bola dunia.
Dalam kesempatan lain, tim all-stars Surabaya menekuk tim Yogyakarta 1-0 untuk merebut tempat ketiga MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026.
Satu-satunya gol yang mengantar kemenangan bagi Surabaya itu dicetak Agnia Nurul Fadhila Rohman pada menit ke-22.
Pelatih all-stars Surabaya, Sai Dong, menjelaskan anak-anak asuhannya tampil sesuai rencana permainan hingga bisa memetik kemenangan yang menandai kebangkitan dari kekalahan sebelumnya di laga semifinal.
Di sisi lain, pelatih Portugal, Roberto Martínez, menanggapi dengan tegas perbandingan antara Ronaldo dengan Messi dan Haaland.
Menurutnya, kesenjangan antara Asia dan tim-tim papan atas dunia masih cukup besar.
Sementara itu, kiper tim nasional Tanjung Cape Verde, Vozinha, berharap timnya mampu membuat kejutan saat berhadapan dengan Timnas Argentina di 32 besar Piala Dunia 2026 nanti.
Kesimpulan, Piala Dunia 2026 menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dan kekuatan tim-tim sepak bola dari seluruh dunia.
Dengan persaingan yang ketat dan permainan yang menarik, Piala Dunia 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu turnamen sepak bola paling bergengsi dan menarik di dunia.











