Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 April 2026 | Marseille kembali menahan Ethan Nwaneri di bangku cadangan pada laga melawan Nice, meski pemain muda asal Arsenal ini diharapkan menjadi penambah tenaga ofensif. Keputusan bos baru Habib Beye menimbulkan protes dari pihak Arsenal yang menginginkan jam bermain lebih banyak untuk mengasah kemampuan sang pemain berusia 19 tahun.
Ethan Nwaneri resmi bergabung dengan Marseille pada Januari lewat pinjaman dengan harapan mendapatkan menit bermain reguler setelah kesulitan menembus lini depan Arsenal. Debutnya langsung mencuri perhatian, mencetak gol penutup dalam kemenangan 3-1 melawan Lens, menegaskan kualitasnya sebagai penyerang sayap yang lincah.
Namun, perubahan kepelatihan mengubah arah kariernya di Stade Vélodrome. Roberto De Zerbi, yang memberi kepercayaan kepada Nwaneri dengan tiga penampilan sebagai starter, meninggalkan klub beberapa minggu setelah kedatangan sang pemula untuk memimpin Tottenham. Penggantinya, mantan bek Senegal Habib Beye, belum memberikan kesempatan mulai pada Nwaneri dalam satu kompetisi pun.
Dalam wawancara dengan L1+, Beye menegaskan bahwa pemain muda tersebut “perlu memberikan lebih banyak komitmen di hari-hari latihan”. Bos baru itu menambahkan, “Pemain lain sudah menunjukkan dedikasi yang lebih tinggi, dan kami mengharapkan hal yang sama dari Ethan Nwaneri.” Pernyataan tersebut menegaskan ekspektasi tinggi terhadap sikap profesional pemain asing di klub Prancis selatan.
Statistik menunjukkan Nwaneri hanya mencatat 152 menit bermain sejak Beye mengambil alih, dengan satu gol dan satu assist, serta melewatkan tendangan penalti krusial di Coupe de France. Lebih mengejutkan, klausul dalam perjanjian pinjaman menyatakan bahwa biaya pinjaman akan turun seiring bertambahnya menit bermain. Dengan sedikitnya penampilan, Marseille justru harus menambah pembayaran kepada Arsenal, yang berpotensi menguntungkan klub London tersebut secara finansial.
Kondisi ini berdampak pada ambisi Marseille di Ligue 1. Tim berada di posisi keenam setelah seri 1-1 melawan Nice, jauh dari zona kualifikasi Liga Champions yang sempat dijangkau sebelum pemecatan De Zerbi. Cedera pada pemain kunci seperti Hamed Traoré, Igor Paixão, dan Amine Gouiri menambah beban pada lini serang, namun Beye lebih mengandalkan Mason Greenwood dan Timothy Weah daripada Nwaneri.
Bagi Arsenal, situasi ini menjadi dua sisi mata uang. Di satu sisi, mereka dapat memperoleh tambahan dana dari klub Prancis akibat klausul kontrak. Di sisi lain, kurangnya jam bermain menghambat perkembangan Nwaneri, yang masih berambisi menembus timnas Inggris U21 dan menyiapkan diri untuk musim depan di Premier League.
Ke depan, Nwaneri menyatakan tekadnya untuk meningkatkan kebugaran dan adaptasi terhadap intensitas Ligue 1. Ia berharap dapat kembali ke lapangan secepatnya, sekaligus menegaskan bahwa pengalaman di Marseille tetap menjadi pelajaran berharga. Sementara itu, Beye dihadapkan pada dilema antara mengoptimalkan skuad yang ada dan memberi kesempatan kepada talenta muda yang masih berpotensi mengangkat performa tim.









