OLAHRAGA

Malut United FC: Antara Pindah Markas dan Persaingan di Liga Indonesia

×

Malut United FC: Antara Pindah Markas dan Persaingan di Liga Indonesia

Share this article
Malut United FC: Antara Pindah Markas dan Persaingan di Liga Indonesia
Malut United FC: Antara Pindah Markas dan Persaingan di Liga Indonesia

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Juni 2026 | Malut United FC, salah satu klub sepak bola di Indonesia, baru-baru ini ramai dibicarakan karena rencana kepindahan markas dan pergantian nama. Operator kompetisi Super League dan Championship, I.League, menyatakan bahwa hingga akhir Juni 2026, pengajuan resmi masih dalam tahap proses.

Kabar terkini tapi belum pasti, mengenai klub yang akan pindah markas. Adhyaksa FC sebagai klub promosi dari Championship ini resmi memindahkan markasnya ke Kalimantan Tengah. Mereka akan menggunakan Stadion Tuah Pahoe di Kota Palangkaraya sebagai home base untuk mengarungi Super League.

📖 Baca juga:
Jayden Adams dan Bafana Bafana Gagal Mengalahkan Meksiko di Piala Dunia 2026

Malut United FC, juga ramai dikabarkan bahwa klub ini berencana memindahkan markasnya ke wilayah Jawa Tengah. Mereka jika pindah akan menggunakan Stadion Jatidiri di Semarang. Seiring dengan perpindahan ini, terdapat wacana perubahan identitas menjadi Jateng United FC.

Kabarnya, PSSI siapkan sanksi untuk klub yang hobi pindah ini. Sanksi ini diberikan karena klub-klub tersebut dianggap tidak memiliki komitmen yang kuat untuk mempertahankan identitas dan markas asal mereka.

Sementara itu, di kancah internasional, Piala Dunia 2026 sedang berlangsung. Iran dan Korea Selatan, dua wakil Asia, sama-sama tersingkir dari Piala Dunia 2026 pada Minggu (28/6/2026) pagi WIB. Mereka gagal untuk lolos dari jalur peringkat ketiga terbaik.

Nasib Korea Selatan berada di ujung tanduk setelah hasil mengejutkan melawan Afrika Selatan pada partai terakhir Grup A. Mereka difavoritkan menang namun justru kandas dengan skor 0-1 dari Afsel akibat gol Thapelo Maseko pada menit ke-63.

Padahal, Korsel hanya membutuhkan hasil imbang saja untuk bisa lolos. Dengan kekalahan tersebut, mereka perlu menunggu jatah sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Namun, jatah tersebut semakin habis karena banyaknya tim yang finis dengan empat poin di peringkat ketiga.

Bosnia & Herzegovina, Paraguay, Swedia, dan Ekuador secara berturut-turut menggusur Korsel dari klasemen. Raihan tiga poin menyebabkan kerentanan untuk Taeguk Warriors dan wakil Asia lainnya, Iran.

📖 Baca juga:
AS Menang Telak 4-1 atas Paraguay di Piala Dunia 2026

Team Melli hanya mampu bermain imbang pada ketiga laga di Grup G. Mereka sukses menahan Selandia Baru dengan skor 2-2 pada pekan pertama. Timnas Iran kemudian secara mengejutkan mampu menahan Belgia tanpa gol. Di partai terakhir, Iran kembali tertahan dengan skor imbang 1-1 melawan Mesir.

Mereka juga finis dengan tiga poin seperti Korsel, namun dengan keunggulan selisih gol yang lebih baik. Iran punya selisih gol setara alias nol karena selalu imbang. Sedangkan Korsel mencatatkan selisih gol minus satu yang tidak menguntungkan mereka.

Hal itu membuat tim asuhan Hong Myung-bo menjadi korban yang tersingkir lebih dulu pada Minggu pagi ini WIB. Peluang sudah menyempit sejak Kroasia berhasil mengalahkan Ghana dengan skor 2-1.

Dalam kompetisi Piala Dunia 2026, Belanda juga menjadi salah satu tim yang kuat. Mereka dijuluki Raja Tanpa Mahkota karena sering menjadi runner-up namun belum pernah juara. Belanda berhasil menjadi juara Grup F setelah mengalahkan Swedia dan Tunisia.

Kemungkinan nantinya timnas Argentina yang bakal menjadi lawan tangguh dihadapi Belanda. Argentina itu hampir Messi semua yang cetak gol. Coba saja kalau dimatikan Messi, otomatis lumpuh mesin golnya.

Di lain pihak, Jairo Riedewald sempat menjadi komoditi panas bagi Timnas Indonesia. Ketika itu, pelatih Patrick Kluivert terang-terangan ingin menghubunginya. Dengan pengalamannya yang cukup matang di Premier League, Jairo Riedewald dirasa menjadi opsi yang tepat untuk meningkatkan kualitas lini tengah skuad Garuda.

📖 Baca juga:
Kevin Diks: Bek Timnas Indonesia yang Membuat Sejarah di Bundesliga

Namun semua itu tak berjalan semestinya. Naturalisasi Jairo Riedewald tak kunjung terwujud. Begitupula dengan karier sang pemain di Eropa yang makin mengkhawatirkan. Patrick Kluivert yang pada awal 2025 ditunjuk gantikan STY sebagai pelatih Timnas Indonesia mengatakan jika Jairo Riedewald jadi pemain pertama yang akan dia hubungi.

Pada momen tersebut, kabar naturalisasi Jairo Riedewald cukup ramai dibicarakan usai silsilah keluarganya yang berasal dari Ambon terkuak. PSSI pun mengonfirmasi hal ini. Selain itu, muncul video lama Jairo Riedewald ketika melawat ke Indonesia bersama Ajax Amsterdam.

Dalam wawancaranya, dia bilang masih punya keluarga di Maluku. “Saya tidak tahu apakah saya bisa sebut namanya, tetapi ada satu nama yang bisa saya bilang, Jairo Riedewald,” ujar Patrick Kluivert pada Januari 2025.

“Kami akan segera memproses naturalisasinya secepat mungkin, dan dia akan menjadi salah satu di antaranya,” bebernya.

Kesimpulan, Malut United FC dan beberapa klub lainnya di Indonesia sedang menghadapi persaingan sengit di Liga Indonesia. Sementara itu, di kancah internasional, Piala Dunia 2026 sedang berlangsung dengan sengit. Belanda dan Argentina menjadi dua tim yang kuat dan memiliki peluang besar untuk menjadi juara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *