Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 April 2026 | Pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 menjadi saksi gemilang Laskar Kie Raha. Malut United menorehkan kemenangan telak 7-0 melawan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (29/4/2026). Hasil ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi tim papan atas, tetapi juga memecahkan rekor skor tertinggi musim ini.
Statistik menunjukkan perbedaan kontras antara kedua tim. Malut United mencatat 54 gol sepanjang kompetisi, menempati posisi sebagai lini serang paling tajam. Sebaliknya, PSBS Biak menanggung beban kebobolan terbanyak dengan 67 gol, menempatkan mereka di zona degradasi. Sebelum pertemuan ini, Malut United telah mencetak 13 gol melawan PSBS Biak dalam dua pertemuan sebelumnya, termasuk kemenangan 6-2 di Ternate pada Januari.
Pelatih Hendri Susilo menegaskan pentingnya konsistensi. “Kami tidak boleh terlena dengan statistik lawan. Fokus utama tetap pada eksekusi taktik dan menjaga intensitas sepanjang 90 menit,” ujar Susilo dalam konferensi pers pra‑pertandingan. Pernyataan itu terbukti tepat ketika timnya mengalami kebuntuan pada babak pertama. Hingga jeda, skor masih 0-0 meski beberapa peluang hampir terwujud.
Perubahan taktik di babak kedua menjadi titik balik. Hendri memasukkan Abduh Lestaluhu dan Septian David Maulana, menggantikan Taufik Rustam dan Manahati Lestusen. Kedatangan mereka langsung menghasilkan dampak. Septian mencetak gol pada menit ke‑58 dan menambah satu gol dramatis di tambahan waktu pertama babak kedua (90+8′). David da Silva, striker andalan, menambahkan dua gol (51′ dan 79′), sementara Yakob Sayuri, Tyronne del Pino, dan Frets Butuan masing‑masing menambah gol pada menit 61′, 69′, dan 90′.
Berikut ringkasan statistik pertandingan:
| Tim | Gol | Kebobolan |
|---|---|---|
| Malut United | 7 | 0 |
| PSBS Biak | 0 | 7 |
Pelatih Malut United menilai bahwa motivasi di ruang ganti sangat krusial. “Saat jeda, saya mengingatkan pemain bahwa satu gol akan memicu gol berikutnya. Alhamdulillah, itu terbukti,” ujarnya. Sementara itu, kapten PSBS Biak mengakui kesulitan defensif timnya dan menilai bahwa hasil ini menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan di laga berikutnya.
Kemenangan 7-0 juga memberi dorongan moral bagi Malut United menjelang pertandingan berikutnya melawan Persis Solo di Stadion Jatidiri, Semarang. Manajemen tim memutuskan untuk melakukan pemindahan sementara ke Semarang demi efisiensi waktu dan biaya, mengingat jadwal padat dengan tiga pertandingan dalam empat hari.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Malut United sebagai kandidat kuat untuk finis di papan atas klasemen akhir. Dengan selisih gol yang semakin lebar, tim ini berharap dapat mempertahankan performa ofensifnya sambil menjaga kedisiplinan defensif yang telah terbukti kuat pada laga ini.
Di sisi lain, PSBS Biak harus segera memperbaiki lini belakang. Kebobolan 67 gol menjadi catatan terburuk di liga, dan serangkaian kekalahan beruntun menambah tekanan pada pemain serta staf. Pemain lokal seperti Marian Mihail dan beberapa pemain asing diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih untuk menghentikan kemerosotan.
Secara keseluruhan, pertandingan ini memperlihatkan bagaimana tekanan degradasi dapat memicu tim yang berjuang keras memberikan performa melampaui ekspektasi, sekaligus menegaskan dominasi tim yang memiliki lini serang tajam. Dengan rekor baru tercipta, sorotan kini beralih ke pertandingan-pertandingan akhir musim yang akan menentukan siapa yang akan melaju ke fase playoff dan siapa yang harus berjuang menghindari relegasi.
Malut United menutup pertandingan dengan catatan positif, menyiapkan diri untuk tantangan berikutnya, sementara PSBS Biak kembali ke pangkalan untuk evaluasi menyeluruh guna memperbaiki pertahanan dan memulihkan kepercayaan diri.











