OLAHRAGA

Leon Goretzka Siap Tinggalkan Bayern: Transfer ke AC Milan Jadi Prioritas Utama

×

Leon Goretzka Siap Tinggalkan Bayern: Transfer ke AC Milan Jadi Prioritas Utama

Share this article
Leon Goretzka Siap Tinggalkan Bayern: Transfer ke AC Milan Jadi Prioritas Utama
Leon Goretzka Siap Tinggalkan Bayern: Transfer ke AC Milan Jadi Prioritas Utama

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Mei 2026 | Gelandang tengah Jerman, Leon Goretzka, sedang berada di titik krusial dalam kariernya. Setelah delapan musim bersama FC Bayern Munich, pemain berusia 31 tahun ini dipastikan akan meninggalkan klub asalnya dan mengarahkan langkahnya ke Serie A. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa AC Milan telah menempatkan nama Goretzka di daftar prioritas utama, bahkan mengesampingkan tawaran dari Juventus yang sempat mengintai sang gelandang.

Berita transfer ini pertama kali muncul di media Italia, yang mencatat pergerakan Igli Tare – agen pemain yang mewakili Goretzka – sedang mengatur negosiasi dengan Milan. Menurut sumber terpercaya, klub merah-putih sedang menyiapkan kontrak tiga tahun dengan gaji sekitar lima juta euro per tahun. Kesepakatan tersebut diyakini akan mengakhiri ikatan Goretzka dengan Bayern yang hampir berakhir pada akhir musim ini.

📖 Baca juga:
K League 1 Bergengsi, Takahashi Kazuki Bawa Sorotan Baru di Tengah Euforia Liga 1 Indonesia

Sementara itu, Juventus juga tidak tinggal diam. Klub Turin dilaporkan telah menyalakan kembali percakapan mengenai gelandang berpengalaman itu, mengingat kebutuhan mereka akan pemain tengah yang dapat mengatur tempo permainan. Namun, dinamika internal Bayern, termasuk masuknya Vincent Kompany sebagai pelatih pada 2024, membuat peluang bermain Goretzka semakin terbatas. Ia lebih sering ditempatkan sebagai pemain pengganti dalam laga krusial Liga Champions dan Piala DFB, meski tetap mencatat 28 penampilan, tiga gol, dan tiga assist pada musim kedua era Kompany.

Perjalanan Goretzka di Bayern tidak lepas dari kontroversi awal. Pada tahun 2018, ketika ia pindah secara gratis dari Schalke 04 ke Bayern, mantan pemain Bayern Mario Basler menaruh taruhan bersama pelatih Peter Neuruer bahwa Goretzka tidak akan berhasil. Basler bahkan memprediksi sang gelandang tidak akan bermain lebih dari lima pertandingan. Realita membuktikan sebaliknya: dalam debutnya, Goretzka tampil dalam 42 pertandingan, menjadi starter dalam 29 pertemuan, mencetak sembilan gol, dan memberikan tujuh assist.

Prestasi kolektifnya bersama Bayern juga tak kalah mengesankan. Sepanjang delapan tahun, ia mengumpulkan delapan gelar Bundesliga, dua Piala DFB, satu Liga Champions, serta trofi bergengsi lainnya seperti Piala Dunia Antarklub dan UEFA Super Cup. Namun, dua tahun terakhir menandai masa-masa sulit, terutama setelah kedatangan Kompany yang meminimalisir peluangnya sebagai starter reguler.

📖 Baca juga:
Drama Lookman di Semifinal UCL: Gagal Cetak, Tekanan Meningkat Menjelang Leg Kedua

Di luar ranah klub, Goretzka tetap menjadi sosok penting bagi tim nasional Jerman. Pelatih Julian Nagelsmann beberapa kali menegaskan keinginannya untuk menjadikan Goretzka sebagai pemain inti pada Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meskipun kini ia berada di fase akhir karier di Bayern, ekspektasi publik tetap tinggi terhadap kontribusinya di level internasional.

Statistik performa Goretzka pada musim terakhir di Bayern menunjukkan konsistensi meski dalam peran rotasi. Berikut rangkuman singkat statistiknya:

  • Pertandingan: 44
  • Gol: 3
  • Assist: 4
  • Menit bermain: 2.130

Selain fakta-fakta di atas, ada cerita unik yang kembali diangkat menjelang kepindahannya. Goretzka mengingat kembali episode acara “Doppelpass” di mana Basler dan Neuruer bertaruh dengan sekotak bir mengenai keberhasilan sang gelandang di Bayern. Goretzka menertawakan peristiwa itu, menyatakan bahwa ia tidak tahu apakah Neuruer pernah menerima birnya, namun hasilnya jelas: ia berhasil mengukir prestasi yang jauh melampaui harapan Basler.

📖 Baca juga:
Derby Bremen Hamburg: Kemenangan 3-1 Bremen Disertai Insiden Fan dan Tindakan Polisi

Dengan kepastian transfer ke AC Milan, langkah selanjutnya Goretzka diperkirakan akan melibatkan adaptasi taktik Serie A yang menuntut ketangguhan fisik dan kecerdasan taktis. Milan, yang tengah berusaha memperkuat lini tengah untuk bersaing di kompetisi domestik dan Eropa, menaruh harapan besar pada pengalaman internasional Goretzka. Jika kesepakatan tercapai, gelandang berusia 31 tahun ini akan menambah dimensi baru pada skuad Rossoneri, sekaligus memperluas jejaknya di liga top Eropa.

Secara keseluruhan, perjalanan Leon Goretzka dari Schalke ke Bayern, lalu menuju Milan, mencerminkan evolusi seorang pemain yang selalu menanggapi tantangan dengan tekad. Dari taruhan bir yang mengejek hingga pencapaian trofi bergengsi, ia terus menorehkan jejak yang sulit dilupakan. Baik di level klub maupun internasional, Goretzka tetap menjadi contoh profesionalisme, ketangguhan mental, dan dedikasi pada permainan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *