OLAHRAGA

Kurniawan Dwi Yulianto Gandeng Diaspora, Target Piala Dunia Jadi Tradisi: Minta Dukungan Masyarakat untuk Timnas U-17

×

Kurniawan Dwi Yulianto Gandeng Diaspora, Target Piala Dunia Jadi Tradisi: Minta Dukungan Masyarakat untuk Timnas U-17

Share this article
Kurniawan Dwi Yulianto Gandeng Diaspora, Target Piala Dunia Jadi Tradisi: Minta Dukungan Masyarakat untuk Timnas U-17
Kurniawan Dwi Yulianto Gandeng Diaspora, Target Piala Dunia Jadi Tradisi: Minta Dukungan Masyarakat untuk Timnas U-17

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Mei 2026 | Pelatih Tim Nasional Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, tidak hanya mengumumkan skuad final untuk Piala Asia U-17 2026, tetapi juga menegaskan visi jangka panjang: menjadikan penampilan di Piala Dunia U-17 sebagai tradisi yang terus berlanjut. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada 30 April 2026, Kurniawan menyerukan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah, sponsor, hingga suporter di lapangan hijau.

Skuad yang dibawa ke Turki terdiri dari 23 pemain, termasuk tiga talenta diaspora yang berkarier di luar negeri: Mike Rajasa (FC Utrecht, Belanda), Noha Pohan (NAC Breda, Belanda) dan Mathew Baker (Melbourne City, Australia). Ketiga pemain ini dipilih karena pengalaman kompetitif di liga asing yang diharapkan dapat memperkaya taktik serta mentalitas tim dalam menghadapi grup B Piala Asia yang tergolong berat, berisi Jepang, China, dan Qatar.

📖 Baca juga:
Harga Toyota Harrier 2015 Bekas Kini Turun, Peluang Langka Dapat SUV Premium dengan Harga Terjangkau

Berikut adalah ringkasan posisi utama para pemain yang masuk dalam daftar resmi:

Posisi Pemain
Kiper Noah Leo Duvert (Bali United), Abdilla Ishak (Persija), Mike Rajasa (FC Utrecht)
Bek Pandu Aryo (Persik), Putu Ekayana (Bali United), Farik Rizqi (Adhyaksa FC), Zidane Raditya (Persis), Mathew Baker (Melbourne City), Farrel Luckyta (PSS), Made Arbi (Bali United), Peres Akwila (Persija)
Gelandang Fardas Farras (Borneo FC), Girly Andrade (Persik), Chico Jericho (ASIOP), Keanu Senjaya (Bali United), Noha Pohan (NAC), Alfredo Naraya (Persebaya), Miraj Rizky (Adhyaksa), Duva Yunna (Persebaya)
Penyerang Ridho (Persija), Ichiro Akbar (Bhayangkara FC), Sean Rahman (Persik), Fardan Ary (Adhyaksa)

Persiapan Timnas U-17 tidak lepas dari serangkaian pertandingan uji coba, termasuk partisipasi di Piala AFF U-17 2026 yang digelar di Jawa Timur. Meskipun hasil di fase grup AFF belum memuaskan – Garuda Muda gagal melaju ke semifinal setelah imbang 0-0 melawan Vietnam pada laga penutup – pengalaman tersebut dianggap sebagai batu loncatan penting menjelang kompetisi Asia.

Kurniawan menegaskan bahwa kegagalan di AFF tidak menjadi alasan untuk menyerah. “Kami belajar dari setiap kesalahan, dan kini dengan tambahan tiga pemain diaspora, kami memiliki kualitas teknis yang lebih tinggi. Target utama kami di Asia adalah menguasai grup B, sementara jangka panjang kami menatap Piala Dunia U-17. Untuk itu, dukungan masyarakat sangatlah vital,” ujar pelatih yang juga pernah menjadi striker andalan Tim Nasional Senior.

📖 Baca juga:
Rekor Nirbobol: Eks Pelatih Kiper Filipina Pecundangi Buffon, Zuberbuehler Jadi Legenda Tak Terkalahkan

Menurutnya, dukungan yang dimaksud tidak sekadar sorak sorai di stadion. Ia mengajak pemerintah untuk memperkuat program beasiswa bagi pemain muda, serta meminta sponsor untuk menyediakan fasilitas latihan yang memadai, termasuk kamp intensif di luar negeri. “Jika kita ingin menorehkan tradisi ke Piala Dunia, maka investasi di usia dini harus berkelanjutan. Kami butuh stadion latihan yang modern, dokter tim yang profesional, serta eksposur internasional yang lebih luas,” tambah Kurniawan.

Selain aspek material, Kurniawan juga menyoroti pentingnya semangat kebangsaan. Ia mengajak suporter untuk menjadi “pilar moral” bagi Garuda Muda, dengan hadir dalam setiap pertandingan kualifikasi dan memberi dukungan moral melalui media sosial. “Suporter bukan hanya menonton, melainkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter pemain. Suara kalian, nyanyian, dan semangat kalian akan menular ke lapangan,” kata Kurniawan.

Para pemain diaspora juga menyampaikan harapan yang sama. Mike Rajasa, yang berlatih di akademi Ajax Utrecht, menuturkan, “Bermain di Eropa memberi saya perspektif taktik yang berbeda. Saya ingin mengaplikasikan ilmu itu untuk membantu tim kita meraih prestasi di Asia dan seterusnya ke Dunia.” Noha Pohan menambahkan, “Saya siap memberikan kontribusi dalam hal kecepatan dan kreativitas di lini tengah, serta menjadi jembatan budaya antara pemain domestik dan internasional.” Mathew Baker menutup dengan optimismenya, “Kami semua ingin melihat Garuda Muda terbang tinggi, dan dukungan publik akan menjadi angin di belakang sayap kami.”

📖 Baca juga:
Viral! Kucing Oren Jjaemu Menggebrak Dunia Game dengan Brush Jjaemu – 7 Fakta Mengejutkan!

Dengan kombinasi pemain domestik yang sudah terbukti di liga Indonesia dan tiga pemain diaspora yang memiliki pengalaman di kompetisi Eropa serta Australia, Kurniawan menilai skuadnya siap bersaing. Namun, ia menekankan bahwa kunci kemenangan terletak pada solidaritas seluruh elemen sepak bola Indonesia.

Jika Timnas U-17 berhasil menembus fase knockout Piala Asia dan melaju ke Piala Dunia, Kurniawan berjanji akan mengadakan acara perayaan nasional, sekaligus meluncurkan program pengembangan bakat berkelanjutan untuk generasi berikutnya. “Kami ingin menjadikan Piala Dunia U-17 bukan sekadar mimpi, melainkan tradisi yang bisa dibanggakan oleh setiap anak Indonesia,” tutupnya dengan senyum penuh keyakinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *