OLAHRAGA

Kontroversi VAR dan Kemenangan Dramatis Gençlerbirliği vs Galatasaray di Liga Turki

×

Kontroversi VAR dan Kemenangan Dramatis Gençlerbirliği vs Galatasaray di Liga Turki

Share this article
Kontroversi VAR dan Kemenangan Dramatis Gençlerbirliği vs Galatasaray di Liga Turki
Kontroversi VAR dan Kemenangan Dramatis Gençlerbirliği vs Galatasaray di Liga Turki

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 April 2026 | Pertandingan Gençlerbirliği vs Galatasaray pada pekan ke-30 Trendyol Süper Lig berlangsung di Eryaman Stadyumu, Ankara, dan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Hasil tersebut menambah jarak kepemimpinan Cimbom menjadi empat poin menjelang derbi melawan Fenerbahçe.

Gol pertama Galatasaray datang pada menit ke-2 lewat Leroy Sane. Sane menerima umpan dari Sanchez di sisi kanan, menembak dengan kaki kiri ke sudut kiri atas gawang. Namun, setelah pemeriksaan VAR selama lima menit, wasit menolak gol tersebut dengan alasan offside. Keputusan itu menjadi sorotan utama karena rekaman menunjukkan Sane berada di zona offside yang sangat tipis, menimbulkan perdebatan sengit di antara pengamat dan mantan wasit.

📖 Baca juga:
Drama Liga 1 dan Sorotan Internasional: Persita Tangerang Tumbang, Borneo FC Naik, serta Live Streaming Liga Champions di Vidio

Para mantan wasit yang hadir dalam program Trio beIN Sports memberikan penilaian mereka. Deniz Çoban berpendapat, “Prinsipnya jelas, jika VAR memanggil hakim, keputusan harus diambil dalam hitungan detik, bukan menit. Pada kasus ini, posisi pemain tidak jelas dan keputusan offside tampak berlebihan.” Bahattin Duran menambahkan, “Intervensi VAR sangat salah. Hanya terjadi kesalahan besar bila ada pelanggaran jelas. Di sini tidak ada pelanggaran, jadi gol seharusnya berdiri.” Bülent Yıldırım menegaskan, “Jika ada keraguan, gol harus diberi, bukan dibatalkan. Keputusan ini menurunkan kepercayaan pada sistem VAR.”

Fırat Aydınus, mantan asisten wasit senior, juga mengomentari keputusan tersebut. Ia menyatakan, “Keputusan membatalkan gol Leroy Sane memang kontroversial, namun menurut peraturan, jika ada ketidakpastian pada posisi pemain, lebih aman untuk membatalkan. Saya pribadi rasa keputusan itu tidak sepenuhnya tepat, tetapi itulah prosedur VAR yang harus diikuti.

Gol kedua Galatasaray dicetak pada menit ke-35 oleh Yunus Akgün. Setelah kerja sama yang baik antara Barış Alper dan Icardi, Sane menyalurkan bola ke Akgün yang menaklukkan kiper Velho dengan tendangan keras ke sudut kanan jauh. Gol ini memperkuat keunggulan 2-0 di babak pertama dan memberi tim kepercayaan diri yang tinggi.

📖 Baca juga:
Roony Bardghji: Bintang Muda Barcelona Dapat Pujian Hansi Flick Menjelang Laga Celta Vigo

Di babak kedua, Gençlerbirliği berusaha bangkit. Pada menit ke-67, Metehan mengirimkan umpan silang dari sisi kiri yang berhasil diantisipasi oleh Koita, lalu diteruskan ke Traoré. Traoré menembak dari dekat titik penalti, mengirim bola ke sudut kiri atas, menyamakan kedudukan 2-1.

Setelah gol tersebut, Galatasaray kembali menekan, namun peluang tambahan tidak terwujud. Di menit ke-61, Leroy Sane kembali terlibat dalam aksi yang berujung pada gol yang kembali dibatalkan karena offside setelah pemeriksaan VAR. Kejadian ini menambah rasa frustrasi bagi pendukung Aslan.

  • Menit 2: Leroy Sane (gol dibatalkan VAR – offside)
  • Menit 35: Yunus Akgün (gol)
  • Menit 61: Leroy Sane (gol dibatalkan VAR – offside)
  • Menit 67: Mbaye Niang (gol penalti)

Setelah pertandingan, mantan striker Galatasaray, Nihat Kahveci, memberikan pujian kepada timnya. Ia mengatakan, “Performa tim luar biasa, terutama dalam mengendalikan tempo permainan dan memanfaatkan peluang. Leroy Sane menunjukkan kualitasnya meski golnya dibatalkan, dan Yunus Akgün tampil sangat tajam. Saya bangga dengan apa yang mereka capai hari ini.”

📖 Baca juga:
Sirius Pimpin Allsvenskan 2026 dengan Awal Gemilang, Hammarby Tertunduk dan AIK Gagal Pecah di Bromma

Dari sisi klasemen, kemenangan ini menambah poin Galatasaray menjadi 68, memperkuat posisinya di puncak liga. Sementara Gençlerbirliği tetap berada di peringkat 15 dengan 25 poin, berjuang menghindari zona degradasi.

Kesimpulannya, pertandingan Gençlerbirliği vs Galatasaray tidak hanya menghasilkan tiga gol, tetapi juga menimbulkan perdebatan intens tentang penggunaan VAR. Keputusan yang kontroversial memperlihatkan tantangan teknologi dalam sepak bola modern, sementara performa individu seperti Leroy Sane dan Yunus Akgün menjadi sorotan utama. Galatasaray kini melangkah ke pertandingan krusial berikutnya dengan kepercayaan diri yang tinggi, namun harus tetap memperhatikan konsistensi keputusan officiating untuk menghindari kerugian di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *