Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 Mei 2026 | Diego Armando Maradona, salah satu nama yang paling ikonik dalam sejarah sepak bola, memiliki perjalanan karir yang penuh gejolak. Setelah memimpin tim nasional Argentina meraih trofi Piala Dunia 1986 dan mencapai final empat tahun kemudian, kehidupan Maradona mulai memburuk.
Sikapnya yang berubah dan kurang disiplin membuat klubnya, Napoli, kecewa. Maradona jarang hadir di latihan, dan ini membuat manajemen klub marah. Pada Januari 1991, Maradona dijatuhi denda sebesar 70 ribu dolar AS karena meninggalkan latihan dan pertandingan. Dia juga dianggap merusak citra klub karena skandal pribadi dan keterlibatannya dengan jaringan pengedar obat-obatan terlarang.
Dua bulan kemudian, Maradona gagal lolos tes doping setelah pertandingan Napoli melawan Bari. Hasil tes menunjukkan bahwa ada kandungan kokain dalam urinenya. Ini membuat FIFA mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 15 bulan, mulai 31 Maret 1991.
Setelah hukuman berakhir, Maradona bergabung dengan Sevilla, tetapi kondisi fisiknya memburuk karena stres dan kelebihan berat badan. Pada 1993, dia bergabung dengan Newell’s Old Boys, tetapi berat badannya mencapai 82 kilogram. Maradona kemudian merekrut binaragawan Daniel Cerrini untuk membantunya menurunkan berat badan. Dengan kerja keras, Maradona berhasil masuk skuad Argentina untuk Piala Dunia 1994.
Namun, ambisi Cerrini untuk menyentuh target 70 kilogram membuatnya meresepkan suplemen khusus. Suplemen ini ternyata mengandung efedrina, sebuah zat terlarang. Maradona tidak menyadari bahwa suplemen yang dia konsumsi mengandung efedrina. Pada laga pembuka Grup D Piala Dunia 1994, Maradona mencetak satu gol indah untuk membantu Argentina menang telak 4-0 atas Yunani.
Pertandingan tersebut menjadi pertandingan terakhir Maradona di Piala Dunia. Setelah pertandingan, Maradona dites doping lagi dan hasilnya positif efedrina. Ini membuat FIFA mengeluarkan Maradona dari turnamen dan memberinya sanksi berat. Karir Maradona di sepak bola internasional pun berakhir dengan tragis.
Kisah Maradona menjadi pelajaran berharga tentang bahaya zat terlarang dan pentingnya disiplin dalam olahraga. Meskipun Maradona memiliki talenta luar biasa, kehidupannya yang tidak terkendali membuatnya kehilangan segalanya. Namun, warisan Maradona di sepak bola tetap abadi, dan namanya masih disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.











