OLAHRAGA

Kejutan Besar di English Championship: Leicester City Turun ke Liga 1 dan Millwall Pertaruhkan Tindakan Hukum

×

Kejutan Besar di English Championship: Leicester City Turun ke Liga 1 dan Millwall Pertaruhkan Tindakan Hukum

Share this article
Kejutan Besar di English Championship: Leicester City Turun ke Liga 1 dan Millwall Pertaruhkan Tindakan Hukum
Kejutan Besar di English Championship: Leicester City Turun ke Liga 1 dan Millwall Pertaruhkan Tindakan Hukum

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 April 2026 | Drama tak terduga kembali menguasai English Championship pada pekan ini. Leicester City, mantan juara Premier League yang mengukir keajaiban pada 2016, resmi terdegradasi ke Liga 1 setelah hasil imbang 2-2 melawan Hull City. Kejadian ini menambah ketegangan persaingan di English Championship, sementara klub lain seperti Millwall tengah bergulat dengan isu hukum yang mengancam reputasinya.

Pertandingan antara Leicester dan Hull City berlangsung di King Power Stadium. Hull unggul lewat gol Liam Millar pada menit ke-18, namun James Justin menyamakan kedudukan melalui penalti pada menit ke-52. Dua menit kemudian, Luke Thomas mencetak gol pembuka bagi Leicester, namun Oli McBurnie menyeimbangkan kembali skor pada menit ke-63, mengamankan hasil akhir 2-2. Dengan poin ini, Leicester berada di posisi dua terbawah klasemen, terpisah tujuh poin dari zona aman dengan hanya dua pertandingan tersisa.

📖 Baca juga:
Southampton vs Bristol City Berakhir Imbang 2-2, Penampilan Sam Bell dan Jason Knight Mencuri Sorotan

Kegagalan Leicester bukanlah kejutan tiba‑tiba. Sejak promosi ke Premier League, klub ini telah mengalami tiga degradasi dalam empat musim, termasuk penurunan tajam pada 2023 dan 2025. Faktor keuangan menjadi sorotan utama; klub dikenai potongan enam poin karena melanggar peraturan keuangan EFL, sementara beban gaji tetap tinggi meski pendapatan menurun drastis. Pemilik klub, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, pewaris Vichai Srivaddhanaprabha yang meninggal dalam kecelakaan helikopter pada 2018, menghadapi tekanan untuk menstabilkan keuangan sekaligus menjaga identitas klub.

Di sisi kepelatihan, Leicester telah mengganti manajer sebanyak tujuh kali dalam tiga tahun terakhir. Setelah sumbangan Claudio Ranieri yang tak terlupakan, klub mengalami serangkaian pergantian, mulai dari Craig Shakespeare, Claude Puel, Brendan Rodgers, hingga Gary Rowett yang kini memimpin tim. Rowett hanya mampu mencatat satu kemenangan dalam dua belas pertandingan, menambah beban moral bagi pemain dan suporter.

📖 Baca juga:
Barcelona Tak Butuh Keajaiban, Yamal Janji Comeback di Leg Kedua Liga Champions

Sementara Leicester berjuang menghindari degradasi lebih lanjut, Millwall menghadapi tantangan berbeda namun tak kalah serius. Badan pengelola Westminster Council secara tidak sengaja menampilkan logo Millwall pada kostum Ku Klux Klan dalam sebuah buku edukasi anak-anak yang telah didistribusikan ke sekolah-sekolah. Millwall mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka sedang mempertimbangkan tindakan hukum, menuntut klarifikasi dan penghancuran semua salinan yang masih ada. Council telah meminta maaf secara terbuka dan berjanji tidak akan mendistribusikan materi serupa lagi.

Insiden ini muncul pada saat Millwall sedang berada di posisi tiga besar English Championship, bersaing ketat dengan Ipswich Town dan tim lain untuk promosi otomatis ke Premier League. Klub asal London ini menargetkan tempat pertama atau kedua untuk mengamankan tiket ke level tertinggi sepak bola Inggris setelah 33 tahun absen. Pertandingan berikutnya melawan Leicester City pada Jumat menjadi sorotan, mengingat kedua tim berada di ujung-ujung spektrum kompetisi: satu berjuang menghindari terpuruk, yang lainnya mengincar kebanggaan kembali ke puncak.

📖 Baca juga:
Drama 4-1 di Concachampions: LAFC Gigit Kemenangan, Cruz Azul Tersingkir

Berita lain yang turut mengisi English Championship minggu ini termasuk keberhasilan Coventry City yang mengamankan gelar juara setelah mengalahkan Portsmouth dengan skor 5-1, serta Millwall yang terus menancapkan diri di posisi tiga. Southampton, yang berada di posisi empat, terpaksa menerima hasil imbang 2-2 melawan Bristol City, menurunkan peluang mereka untuk promosi otomatis.

Keseluruhan situasi menegaskan betapa dinamis dan tidak terduga nya English Championship. Dari kejatuhan Leicester City yang pernah menaklukkan raksasa Inggris hingga tantangan hukum yang dihadapi Millwall, kompetisi ini menjadi panggung penuh drama, persaingan sengit, dan cerita-cerita yang memikat bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *