Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 April 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan pada pekan ini bahwa tim nasional Iran pasti akan berangkat dan bertanding di Piala Dunia 2026, meski ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat terus memanas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam dua kesempatan berbeda, yakni pada wawancara dengan ESPN pada 16 April 2026 dan dalam forum “Invest in America” yang disiarkan CNBC di Washington, DC. Infantino menekankan bahwa sepak bola harus tetap berada di luar ranah politik dan bahwa Iran, yang telah lolos kualifikasi, memiliki hak untuk tampil di turnamen terbesar dunia.
Kekhawatiran muncul setelah konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat pecah pada 28 Februari 2026. Pemerintah Iran sempat mengisyaratkan bahwa timnya tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, bahkan mengusulkan agar semua laga fase grup dipindahkan ke Meksiko. Namun, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa permintaan tersebut telah ditolak oleh FIFA. Badan sepak bola dunia itu menolak keras usulan pemindahan lokasi dan memastikan jadwal kompetisi tetap berjalan sesuai rencana.
Turnamen Piala Dunia 2026 akan dilaksanakan bersama oleh tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grupnya di wilayah Amerika Serikat, dengan agenda pertandingan sebagai berikut:
- 16 Juni 2026 – Selandia Baru di SoFi Stadium, Inglewood, California
- 22 Juni 2026 – Belgia di SoFi Stadium, Inglewood, California
- 27 Juni 2026 – Mesir di Seattle, Washington
Delegasi Iran dijadwalkan tiba di kamp latihan di Tucson, Arizona, paling lambat 10 Juni 2026, menjelang pembukaan turnamen pada 11 Juni. Kedatangan mereka di Amerika Serikat diharapkan tidak terhambat, meskipun keamanan pemain tetap menjadi perhatian utama, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia “tidak terlalu peduli” apakah Iran datang atau tidak, namun tetap menekankan perlunya menjaga keamanan semua pihak.
Trump, yang kembali mengeluarkan pernyataan di Gedung Putih pada 29 Januari 2026, menegaskan bahwa tim Iran akan diperlakukan layaknya bintang sepak bola internasional bila mereka tiba, namun ia juga menyinggung potensi risiko keamanan. Pernyataan ini menambah warna politik di sekitar turnamen, namun Infantino tetap konsisten menyatakan bahwa olahraga harus menjadi jembatan persatuan, bukan sumber perpecahan.
Infantino menuturkan bahwa ia bertemu dengan para pemain Iran dua minggu lalu saat mereka menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki. “Mereka benar‑benar ingin bermain, dan mereka harus bermain,” kata Infantino, menambah bahwa kehadiran Iran mewakili aspirasi rakyatnya yang telah menunggu lama untuk tampil di panggung dunia.
Sejumlah analis menganggap keputusan FIFA ini sebagai upaya menjaga integritas kompetisi serta menghindari preseden pemindahan pertandingan karena tekanan politik. Jika Iran berhasil melewati fase grup, kemungkinan besar pertandingan lanjutan juga akan tetap diselenggarakan di Amerika Serikat, mengingat infrastruktur dan logistik yang telah dipersiapkan secara matang.
Dengan konfirmasi tegas dari pemimpin tertinggi organisasi sepak bola dunia, tekanan politik tidak lagi menjadi faktor penentu keikutsertaan Iran. Dunia sepak bola kini menantikan debut Iran di Piala Dunia 2026 dengan harapan bahwa turnamen dapat berlangsung damai, kompetitif, dan bebas dari intervensi politik yang berlebihan.











