Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 April 2026 | Pertandingan lanjutan LaLiga antara RCD Espanyol dan Levante UD yang digelar pada 28 April 2026 di RCDE Stadium berakhir dengan skor 0-0. Kedua tim sama-sama menampilkan pertahanan ketat, namun momen krusial muncul di menit-menit akhir ketika peluang emas hampir mengubah hasil.
Penjaga gawang Espanyol, Marko Dmitrovic, menjadi pahlawan tak terduga setelah menumpas dua peluang bersih Levante. Insiden pertama terjadi ketika Etta Eyong, penyerang asal Kamerun, menerima umpan di dalam kotak penalti pada menit 89 dan berhadapan satu lawan satu dengan Dmitrovic. Penjaga gawang Serbia tersebut melakukan penyelamatan dramatis, menolak gol yang berpotensi mengantarkan kemenangan bagi granota. Beberapa menit sebelumnya, Victor García, pemain sayap Levante, juga hampir mencetak gol, namun tendangan kerasnya diblokir oleh Dmitrovic dalam aksi refleks yang mengesankan.
Victor García: ‘Kami keluar kecewa, terutama setelah dua peluang di akhir pertandingan, namun kami akan menilai hasil ini secara positif seiring persiapan melawan Villarreal.’
Setelah jeda singkat, Levante kembali ke latihan pada Rabu, menyoroti pentingnya menjaga konsistensi. Pemain berusia 27 tahun tersebut menegaskan kepercayaan dirinya dan menambah motivasi tim menjelang laga berikutnya melawan Villarreal pada Sabtu. “Tim kami berada pada momentum bagus, pertahanan tiga pertandingan beruntun tanpa kebobolan menjadi bukti kerja keras kami,” ujar García dalam konferensi pers.
Sementara itu, suasana di tribun RCDE Stadium berubah tegang setelah peluit akhir. Suporter Espanyol, yang telah menunggu kemenangan selama 16 pertandingan beruntun, mengeluarkan teriakan “fuera, fuera” yang menandakan kekecewaan mendalam. Kritikan diarahkan langsung kepada para pemain, bukan kepada pelatih Manolo González, yang sebelumnya dianggap sebagai penopang stabilitas klub sejak Maret 2024. Salah satu pemain, Pere Milla, mencoba meredakan situasi dengan mengatakan, ‘Kami mengerti kekecewaan mereka, namun dukungan tetap penting bagi kami.’
Manolo González kini berada di bawah tekanan ekstra. Meskipun sebelumnya dipandang sebagai ‘lem’ yang menyatukan ruangan ganti, penurunan performa tim membuatnya harus mempertahankan kredibilitas di hadapan manajemen dan suporter. Situasi ini semakin rumit mengingat pemilik klub, Alan Pace, juga menghadapi kritik setelah penurunan Burnley di Liga Inggris, menambah ketidakpastian mengenai kebijakan kepemimpinan di kedua klub.
Di luar lapangan, Dmitrovic kembali menjadi sorotan karena menolak tawaran penurunan ke Segunda División. Keputusan tersebut menegaskan nilai pentingnya pemain berpengalaman di lini belakang Espanyol, terutama pada masa-masa kritis menjelang akhir musim. Pernyataan Dmitrovic menambah dimensi baru dalam dinamika tim, mengingat klub kini berjuang mengamankan poin penting untuk menghindari zona degradasi.
- Skor akhir: Espanyol 0 – 0 Levante
- Kesempatan emas: Etta Eyong (menit 89)
- Penyelamatan utama: Marko Dmitrovic (2 kali)
- Statistik pertahanan Levante: 3 pertandingan beruntun tanpa kebobolan
- Poin Levante: 33 (menempel pada zona aman dengan selisih dua poin)
Ke depan, Levante akan menantang Villarreal di Vila-real, sebuah pertandingan yang dianggap kunci untuk mengokohkan posisi di klasemen. Sementara Espanyol harus mengatasi tekanan suporter dan mencari cara mengubah tren negatif sebelum pertandingan melawan Real Madrid, Athletic Club, dan Real Sociedad yang akan datang.
Dengan hasil imbang ini, kedua tim masih memiliki peluang untuk mengubah nasib masing-masing. Namun, kecemasan suporter Espanyol dan harapan Levante untuk memperbaiki performa menyerang menjadi narasi utama menjelang fase penutup LaLiga.











