Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 Juni 2026 | Pertandingan antara Iran dan Mesir di Piala Dunia 2026 berakhir imbang dengan skor 1-1. Pertandingan yang berlangsung sengit di Lumen Field ini dipimpin oleh wasit Szymon Marciniak yang harus bekerja keras mengendalikan tensi tinggi sepanjang laga.
Mesir langsung menggebrak lewat gol cepat Mahmoud Saber pada menit ke-5. Namun, Iran merespons dengan cepat dan menyamakan kedudukan melalui Ramin Rezaeian pada menit ke-14. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan intensitas serangan dan permainan fisik, namun skor akhir tetap tidak berubah. Sejumlah kartu kuning dikeluarkan wasit, yakni kepada Mahmoud Saber pada menit ke-19 dan menit ke-90, Yasser Ibrahim pada menit ke-41, serta Mohanad Lashin pada menit ke-90.
Di kubu lawan, Hossein Kanaanizadegan, Ali Nemati, Saeid Ezatolahi, dan Shojae Khalilzadeh juga menerima kartu kuning pada menit ke-18, 43, 79, dan 90. Hasil imbang ini memberikan dampak signifikan pada posisi klasemen Grup G.
Dengan tambahan satu poin, Mesir menutup fase grup dengan menempati posisi kedua dan berhasil lolos ke babak gugur sebagai Runner-up Grup. Sementara itu, Iran yang hanya meraih hasil imbang di laga terakhir ini harus puas menempati peringkat ketiga dan nasib kelolosannya harus menanti hasil kalkulasi poin di jalur peringkat tiga terbaik dari grup lain.
Drama terbesar dan paling krusial dalam pertandingan ini baru lahir menjelang akhir babak kedua. Publik Iran sempat bersorak gembira dan merayakan gol Shoja Khalilzadeh yang memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang Mesir. Namun, gol tersebut dianulir karena Khalilzadeh berada dalam posisi offside.
Hasil imbang ini menempatkan Mesir dengan nyaman mengunci posisi runner-up Grup G di bawah Belgia yang keluar sebagai juara grup setelah melibas Selandia Baru. Pada babak 32 besar, Mesir akan menghadapi tantangan Australia di Dallas Stadium, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB.
Sementara bagi Iran, kegagalan memetik poin penuh membuat ambisi mereka lolos ke babak gugur kini berada di ujung tanduk. Sejak peluit sepak mula berbunyi, pertandingan langsung menyajikan intensitas yang sangat tinggi. Mesir berhasil membuka keunggulan mengejutkan saat laga baru berjalan lima menit.
Gelandang Mahmoud Saber melepaskan eksekusi tembakan keras yang sebenarnya mampu terbaca. Namun, bola berbelok arah secara drastis setelah mengenai badan pemain bertahan Iran, sehingga mengecoh penjaga gawang Alireza Beiranvand. Skor 1-0 untuk keunggulan tim berjuluk The Pharaohs.
Tertinggal satu gol membuat Iran merespons dengan meningkatkan intensitas serangan secara radikal. Team Melli mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran di kotak terlarang. Bomber andalan Mehdi Taremi maju sebagai eksekutor, namun sepakannya mampu kiper Mesir, Mostafa Shobeir, tepis dengan gemilang.
Beruntung bagi Iran, bola muntah (rebound) tersebut langsung Ramin Rezaeian sambar dengan cepat dari jarak dekat pada menit ke-15 untuk mengubah papan skor menjadi sama kuat 1-1. Setelah kedudukan berimbang, jual beli serangan terus kedua tim peragakan di sepanjang sisa waktu normal.
Hasil imbang membuat Iran gagal mengamankan kemenangan yang dibutuhkan untuk lolos otomatis ke babak 32 besar. Iran menutup fase grup dengan tiga poin dan selisih gol nol. Mesir membuka keunggulan cepat pada menit kelima melalui Mahmoud Saber. Gol itu lahir setelah Mahmoud “Trezeguet” Hassan mengirimkan umpan yang dimaksimalkan Saber untuk menaklukkan kiper Iran Alireza Beiranvand.
Tim asal Afrika itu pun unggul 1-0. Iran tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons gol tersebut. Pada menit ke-14, Ramin Rezaeian mencetak gol penyeimbang sehingga skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut membuat pertandingan berjalan semakin terbuka karena kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.
Sepanjang babak pertama dan kedua, kedua tim silih berganti menciptakan peluang. Mesir tercatat melepaskan 15 upaya mengarah ke gawang, sedangkan Iran membalas dengan 13 percobaan. Laga juga berlangsung keras. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Mesir dan empat kartu kuning bagi Iran.
Kedua kesebelasan melakukan total 27 pelanggaran selama laga. Drama terbesar dan paling krusial dalam pertandingan ini baru lahir menjelang akhir babak kedua. Publik Iran sempat bersorak gembira dan merayakan gol Shoja Khalilzadeh yang memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang Mesir.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Iran gagal lolos ke babak gugur setelah imbang 1-1 melawan Mesir. Mesir berhasil mengamankan posisi runner-up Grup G dan akan menghadapi Australia di babak 32 besar.











