Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 April 2026 | Stadion Kuningan menjadi saksi sengitnya persaingan dua tim papan atas Liga 3 Jawa Barat, Persiku dan Deltras, pada pertandingan pekan ke-12 yang berlangsung pada Minggu (27/04/2026). Kedua tim masuk ke laga ini dengan ambisi masing-masing: Persiku berusaha menambah poin untuk mengamankan posisi teratas klasemen, sementara Deltras menargetkan kemenangan untuk keluar dari zona relegasi.
Sejak awal, atmosfer di tribun terlihat hidup. Suporter Persiku, yang dikenal dengan sebutan “Kuningan Mania”, menggelar spanduk raksasa berwarna kuning dan merah, sementara kelompok suporter Deltras menyiapkan teriakan khas yang menggema setiap kali tim lawan menguasai bola. Suasana ini menambah tekanan pada pemain, terutama pada menit-menit awal ketika kedua pelatih menerapkan strategi berbeda.
Pelatih Persiku, Ahmad Riza, memutuskan menurunkan formasi 4-3-3 dengan tiga penyerang cepat, mengandalkan kecepatan winger kanan, Rizky Pratama, yang baru kembali dari cedera. Di sisi lain, pelatih Deltras, Budi Santoso, memilih formasi 4-2-3-1 yang lebih defensif, menempatkan dua gelandang bertahan untuk menutup ruang tengah dan memanfaatkan serangan balik melalui striker tunggal, Faisal Rachman.
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari Persiku. Pada menit ke-7, Rizky Pratama berhasil melewati dua bek Deltras dan mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti. Di dalam area, striker utama Persiku, Dimas Hidayat, melakukan sundulan yang meleset tipis. Namun, peluang pertama ini sudah memberi sinyal bahwa Persiku tidak akan mudah dikalahkan.
Deltras tidak tinggal diam. Pada menit ke-12, Faisal Rachman menerima umpan panjang dari gelandang tengah, Yudi Prasetyo, dan berhasil menembakkan tembakan ke arah tiang kiri gawang, yang kemudian dipantulkan oleh tiang dan kembali ke lapangan. Gol pertama akhirnya datang pada menit ke-18 ketika Dimas Hidayat menerima umpan terobosan dari gelandang serang, Arif Wibowo, lalu mengeksekusi satu-satunya tembakan ke sudut atas kanan gawang, menempatkan Persiku unggul 1-0.
Setelah gol tersebut, Deltras meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-26, mereka mendapatkan tendangan bebas di area penalti setelah seorang pemain Persiku melakukan pelanggaran keras. Tendangan bebas itu dieksekusi oleh Yudi Prasetyo yang menendang bola dengan keras, namun diselamatkan oleh kiper Persiku, Dedi Saputra, dengan refleks luar biasa.
Menjelang jeda babak pertama, keduanya tetap berada dalam posisi yang sama. Pelatih Ahmad Riza melakukan pergantian pemain, menggantikan Rizky Pratama dengan winger muda, Aldi Satria, untuk menambah dinamika serangan. Di sisi Deltras, Budi Santoso mengeluarkan pemain bertahan berpengalaman, Joko Prabowo, untuk menstabilkan lini belakang.
Babak kedua dimulai dengan tempo yang lebih terkontrol. Pada menit ke-52, Deltras berhasil menyamakan kedudukan berkat gol hasil kerja sama antara Faisal Rachman dan gelandang serang, Dimas Setiawan, yang mengirimkan umpan terobosan ke dalam kotak penalti. Faisal mengeksekusi tembakan satu lawan satu kiper, yang menambah skor menjadi 1-1.
Namun, keunggulan Persiku kembali muncul pada menit ke-68 setelah serangan balik cepat. Aldi Satria menerima umpan panjang, menembus pertahanan Delters, dan mengirimkan bola ke Dimas Hidayat yang berada di depan gawang. Dimas menambahkan gol kedua bagi Persiku dengan tendangan kaki kanan ke sudut bawah kiri, membuat skor akhir menjadi 2-1 untuk Persiku.
Setelah peluit akhir, para pemain Persiku merayakan kemenangan dengan semangat tinggi, sementara Deltras tetap optimis meski harus menelan kekalahan. Kedua pelatih memberikan komentar pasca pertandingan. Ahmad Riza menilai taktik menyerang yang diterapkan berhasil menembus pertahanan Deltras, sementara Budi Santoso mengakui bahwa kurangnya konsistensi dalam mengontrol lini tengah menjadi penyebab utama kekalahan.
Kemenangan ini menempatkan Persiku kembali di posisi puncak klasemen dengan 24 poin, selisih tiga poin dari tim terdekat. Sementara Deltras harus berjuang keras untuk mengumpulkan poin selanjutnya agar tidak terjerumus lebih jauh ke zona relegasi.
Secara keseluruhan, laga Persiku vs Deltras ini tidak hanya menyajikan aksi sepakbola yang menegangkan, tetapi juga menegaskan pentingnya strategi, kedisiplinan, dan dukungan suporter dalam menentukan hasil akhir pertandingan di level Liga 3.











