OLAHRAGA

Bonek Pusing! Persebaya Surabaya Tersungkur 0-1 di Babak Pertama Derbi Suramadu

×

Bonek Pusing! Persebaya Surabaya Tersungkur 0-1 di Babak Pertama Derbi Suramadu

Share this article
Bonek Pusing! Persebaya Surabaya Tersungkur 0-1 di Babak Pertama Derbi Suramadu
Bonek Pusing! Persebaya Surabaya Tersungkur 0-1 di Babak Pertama Derbi Suramadu

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 April 2026 | Jumat, 17 April 2026, Stadion Gelora Bung Tomo menjadi saksi drama Derbi Suramadu yang berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 bagi Persebaya Surabaya di babak pertama. Madura United menjemput tiga poin penuh lewat gol tunggal yang memicu kemarahan Bonek, suporter setia Laskar Joko Tingkir.

Gol pertama tercipta pada menit ke-12 melalui aksi cepat Lulinha yang memanfaatkan umpan pendek dari rekan setimnya. Bola meluncur ke sudut kanan gawang, menembus pertahanan Persebaya yang belum terorganisir. Gol tersebut sempat menimbulkan kontroversi karena wasit, yang kemudian menjadi sorotan, tampak mengabaikan adanya pelanggaran kecil di dalam kotak penalti. Bernardo Tavares, pelatih Persebaya, menuduh wasit menjadi “biang kerok” atas keputusan yang merugikan timnya.

📖 Baca juga:
Persija Masih Tersisa 7 Lawan: Analisis Jalur Poin Penuh Usai Kemenangan 3-0 atas Persebaya

Setelah gol pertama, Madura United memperkuat pertahanan dengan menurunkan blok tinggi, sementara kiper Persebaya, Muhammad Tahir, berusaha menahan serangan balik. Di sisi lain, kiper Madura United, Moch Diky Indriyana, tampil gemilang. Ia melakukan beberapa penyelamatan krusial, terutama pada menit ke-30 dan ke-55, ketika Riyan Adriyansyah melancarkan tembakan keras yang hampir masuk. Penyelamatan Diky menjadi faktor penentu yang membuat Madura United tetap unggul.

Persebaya mulai menunjukkan perlawanan pada menit ke-68, ketika Riyan Adriyansyah berhasil menembus pertahanan Madura United dan melepaskan tembakan ke arah gawang. Namun, Diky Indriyana kembali menunjukkan reflek luar biasa dan menepis bola dengan satu tangan, mempertahankan keunggulan 1-0 bagi tamu.

Tekanan Persebaya meningkat pada menit ke-78 hingga 85, namun peluang emas masih belum terwujud. Pada menit ke-82, Riyan Adriyansyah akhirnya berhasil menyeimbangkan kedudukan lewat tembakan jarak dekat setelah menerima umpan silang. Gol tersebut menyamakan kedudukan menjadi 1-1, namun keputusan VAR menolak gol tersebut dengan alasan offside yang diperdebatkan oleh banyak pihak. Keputusan tersebut menambah rasa frustasi di antara pemain dan suporter Persebaya.

Setelah gol penyeimbang dibatalkan, Madura United kembali menguasai lini tengah dan menambah tekanan pada menit ke-89. Riquelme Sousa melakukan tembakan keras ke sudut kiri atas yang hampir menjadi gol kedua, namun kiper Persebaya, Muhammad Tahir, berhasil menangkisnya dengan tangkapan spektakuler.

Reaksi Bonek tidak dapat dihindari. Di media sosial, tagar #BonekPusing menjadi trending, menampilkan ribuan komentar yang menuntut klarifikasi atas keputusan wasit dan menilai performa tim sebagai “tidak layak”. Beberapa suporter bahkan mengkritik taktik Bernardo Tavares yang dianggap terlalu defensif pada fase awal pertandingan.

Secara historis, Derbi Suramadu telah menjadi ajang dominasi Persebaya dengan catatan 13 kemenangan di kandang sejak 2018. Kekalahan 0-1 ini mencatatkan catatan negatif pertama bagi Persebaya di Stadion GBT melawan Madura United. Statistik utama pertandingan dapat dilihat pada daftar berikut:

  • Gol: Madura United 1 – 0 Persebaya (gol Lulinha 12′)
  • Kesempatan emas Persebaya: 8
  • Penyelamatan krusial Diky Indriyana: 3
  • Kartu kuning: 4 (2 untuk masing-masing tim)
  • Posisi liga setelah laga: Persebaya 6 tempat dengan 42 poin, Madura United naik ke 4 tempat dengan 45 poin

Kekalahan ini menambah derita Persebaya yang dalam sebulan terakhir harus menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk 1-5 melawan Borneo FC dan 0-3 melawan Persija Jakarta. Dengan 28 laga telah dimainkan, posisi Persebaya berisiko turun jika Persita Tangerang dan Dewa United berhasil menambah poin pada pekan berikutnya.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan pentingnya konsistensi performa, baik dalam serangan maupun pertahanan. Bonek pusing, namun tim harus bangkit kembali, memperbaiki strategi, dan menunggu keputusan resmi terkait kontroversi wasit. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian nyata bagi Persebaya dalam upayanya meraih kembali kepercayaan suporter dan mengamankan posisi menengah atas klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *