OLAHRAGA

Anthony Joshua Siapkan Pertarungan Pemanasan Sebelum Duel Besar Melawan Tyson Fury di Wembley

×

Anthony Joshua Siapkan Pertarungan Pemanasan Sebelum Duel Besar Melawan Tyson Fury di Wembley

Share this article
Anthony Joshua Siapkan Pertarungan Pemanasan Sebelum Duel Besar Melawan Tyson Fury di Wembley
Anthony Joshua Siapkan Pertarungan Pemanasan Sebelum Duel Besar Melawan Tyson Fury di Wembley

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 April 2026 | London, 14 April 2026 – Setelah menonton kemenangan Tyson Fury atas Arslanbek Makhmudov di Tottenham Hotspur Stadium, mantan juara dunia Anthony Joshua kembali menjadi sorotan utama dunia tinju. Spekulasi mengenai lawan berikutnya semakin memanas, terutama setelah mantan petinju senior Johnny Nelson menyoroti “pertarungan sempurna” bagi Joshua sebelum ia menantang “The Gypsy King” di akhir tahun.

Fury, yang baru saja menegaskan kembali dominasinya di kelas berat, terus menuntut Joshua untuk menerima tantangan resmi. Turunan dari promotor Turki Alalshikh dan Eddie Hearn menambah tekanan, namun Joshua tampak lebih memilih menunda konfrontasi utama demi mengatasi urusan pribadi dan menghilangkan rasa duka atas kehilangan dua sahabat dekat, Sina Ghami dan Latif Ayodele, dalam kecelakaan mobil di Nigeria pada Desember lalu.

📖 Baca juga:
Drama Tiket Eksklusif dan Pergantian Manajer: Chelsea vs Leeds di Semi Final FA Cup

Sejumlah opsi pertarungan pemanasan telah diulas dalam beberapa pertemuan media. Joshua mengakui bahwa pertarungan melawan Jake Paul pada Desember 2025 – yang berakhir dengan KO di enam ronde – tidak akan cukup menyiapkan dirinya untuk konfrontasi dengan Fury. Pilihan lain yang disebutkan meliputi:

  • Deontay Wilder – setelah kemenangan atas Derek Chisora, Wilder menawarkan pertarungan yang menantang secara fisik.
  • Dillian Whyte – rival lama yang kini kembali dalam percakapan, menambah bumbu drama antara kedua petinju Inggris.
  • Wladimir Klitschko – meski sudah pensiun, nama legenda kelas berat masih sering disebut dalam spekulasi “warm‑up”.

Nelson menilai bahwa lawan yang ideal harus memiliki profil kuat namun tidak mengancam reputasi Joshua secara signifikan, sehingga ia dapat mengasah taktik sebelum melangkah ke Wembley pada Oktober atau November. “Dia butuh pertarungan yang menantang, bukan sekadar pertunjukan,” ujar Nelson dalam wawancara eksklusif.

Sementara itu, Fury mengungkapkan kenangan sparringnya dengan Joshua pada tahun 2010. Dalam sebuah wawancara BBC, Fury mengingat Joshua mengeluarkan pukulan satu‑dua serta uppercut yang hampir menghabiskannya. “Dia memberi saya beating selama tiga ronde,” kata Fury, menambahkan bahwa sparring bukanlah pertarungan resmi, namun tetap menjadi indikator kemampuan Joshua pada masa muda.

Joshua sendiri menanggapi kisah tersebut dengan humor, mengingat kembali percakapan dengan Fury yang konon menawarkan Rolex bagi siapa saja yang dapat menjatuhkannya dalam sparring. “Saya pikir itu cuma candaan, tapi itu menunjukkan betapa kompetitifnya kami sejak awal,” ucap Joshua dalam podcast James Corden.

Di luar arena, Joshua menegaskan bahwa prioritasnya kini adalah mengatur kehidupan di luar tinju, termasuk mengelola bisnis dan mengatasi trauma pribadi. Ia menolak tawaran dari Dana White, pemilik UFC, yang berupaya merekrutnya ke dunia MMA, menyatakan kesetiaannya kepada promotor Eddie Hearn dan fokus pada tinju profesional.

Para pengamat memperkirakan bahwa pertarungan pemanasan akan dijadwalkan pada Juli 2026, memberi Joshua waktu cukup untuk memulihkan diri secara mental dan fisik. Jika semua berjalan lancar, duel akhir tahun antara Joshua dan Fury di Wembley akan menjadi salah satu peristiwa olahraga terbesar dalam dekade terakhir, menggabungkan dua legenda kelas berat Inggris di panggung yang sama.

Dengan dukungan penggemar yang terus meningkat, serta sorotan media internasional, Joshua berada di persimpangan penting kariernya. Pilihan lawan pemanasan, penanganan isu pribadi, serta negosiasi kontrak dengan promoter akan menjadi faktor penentu apakah ia dapat menantang Fury dengan kondisi optimal.

Terlepas dari hasil akhir, pertarungan antara Joshua dan Fury menjanjikan sensasi luar biasa bagi dunia tinju, mengingat sejarah panjang persaingan kedua atlet dan potensi dampaknya terhadap peta kelas berat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *