Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Pasangan selebritas Adinda Thomas dan Raka Akmal kembali menarik perhatian publik setelah mengumumkan keikutsertaan mereka dalam kelas prenatal. Kedua insan ini menekankan pentingnya persiapan menyeluruh menjelang kelahiran anak pertama mereka, yang telah mereka beri nama Baby Egg. Keputusan tersebut menjadi bukti nyata kekompakan serta komitmen mereka dalam menjalani fase kehamilan yang penuh tantangan.
Adinda, yang dikenal lewat perannya dalam film “KKN di Desa Penari”, menegaskan bahwa kehamilan bukan sekadar momen romantis, melainkan fase pendidikan intensif bagi calon orang tua. Ia mengaku tidak ingin menjadi ibu yang hanya mengandalkan insting semata. Oleh karena itu, ia dan Raka mendaftar pada program kelas prenatal yang diselenggarakan oleh Popmama, sebuah platform yang fokus pada konten kehamilan dan parenting.
Selama kelas, pasangan ini memperoleh pengetahuan teknis yang meliputi cara menggendong bayi dengan posisi yang aman bagi leher dan punggung sang bayi. Instruktor menekankan pentingnya dukungan kepala serta menjaga keseimbangan tubuh ibu saat menggendong. Raka aktif berpartisipasi, bahkan berlatih menggendong boneka simulasi untuk merasakan beban dan teknik yang tepat.
Materi lain yang dibahas adalah teknik memandikan bayi baru lahir. Kelas mengajarkan cara mengatur suhu air yang ideal, cara memegang bayi agar tidak tergelincir, serta langkah-langkah membersihkan area sensitif secara lembut. Raka tidak ragu mencoba langsung, menunjukkan sikap ayah yang siap menjadi support system utama bagi Adinda. Keaktifan ayah dalam praktik ini diyakini dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu menjelang persalinan.
Aspek laktasi menjadi fokus penting dalam program. Para peserta diajarkan tentang cara memompa ASI secara efektif, mengenali tanda-tanda produksi ASI yang optimal, serta strategi menyusui eksklusif selama enam bulan pertama. Adinda menyatakan bahwa pengetahuan ini sangat membantu mengatasi keraguan yang sering muncul pada ibu pertama, terutama terkait produksi ASI dan posisi menyusui yang nyaman.
Selain teknik perawatan, kelas prenatal juga membahas pemilihan perlengkapan bayi. Peserta diberikan panduan dalam menilai keamanan dan fungsionalitas produk seperti popok, boks bayi, serta stroller. Kriteria utama meliputi bahan yang tidak beracun, kemudahan perakitan, dan kepraktisan bagi orang tua yang baru belajar. Raka membantu Adinda menilai setiap item, menunjukkan bahwa peran ayah tidak hanya terbatas pada dukungan emosional, melainkan juga pada keputusan praktis.
Selama sesi tanya jawab, banyak netizen yang mengapresiasi sikap terbuka pasangan ini. Komentar positif mengalir deras, menyoroti betapa pentingnya peran ayah dalam proses persiapan kelahiran. Beberapa netizen bahkan mengungkapkan harapan agar mereka terus berbagi pengalaman, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pasangan lain yang sedang menantikan momen serupa.
Adinda menuliskan dalam caption Instagramnya, “Persiapan menyambut Baby Egg bersama Raka menjadi momen yang sangat berkesan selama masa kehamilan ini. Setiap momen terasa ditemani, dan saya tidak merasa sendirian di saat banyak hal yang belum saya pahami.” Ungkapan ini mencerminkan rasa syukur serta kedekatan emosional yang terjalin kuat antara keduanya.
Berikut rangkuman materi penting yang dipelajari dalam kelas prenatal tersebut:
- Menguasai teknik menggendong dan memandikan bayi baru lahir
- Pengetahuan laktasi untuk keberhasilan ASI eksklusif
- Praktik memilih perlengkapan bayi yang aman dan fungsional
- Penguatan peran papa sebagai support system utama
Dengan persiapan yang matang, Adinda dan Raka berharap proses persalinan dapat berlangsung lancar, serta mereka siap memberikan perawatan optimal bagi Baby Egg. Keterlibatan aktif sang ayah menjadi nilai tambah yang signifikan, menegaskan bahwa peran ayah tidak kalah pentingnya dalam membangun fondasi keluarga yang sehat.
Secara keseluruhan, keikutsertaan pasangan ini dalam kelas prenatal tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka, tetapi juga menjadi contoh positif bagi publik. Melalui edukasi yang tepat, diharapkan lebih banyak pasangan dapat menyiapkan diri secara fisik, emosional, dan praktis sebelum menyambut buah hati pertama mereka.











