Hiburan

Salman Borneo, Suara Ikonik Giant dan Plankton, Meninggal Dunia di Usia 46 Tahun

×

Salman Borneo, Suara Ikonik Giant dan Plankton, Meninggal Dunia di Usia 46 Tahun

Share this article
Salman Borneo, Suara Ikonik Giant dan Plankton, Meninggal Dunia di Usia 46 Tahun
Salman Borneo, Suara Ikonik Giant dan Plankton, Meninggal Dunia di Usia 46 Tahun

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 April 2026 | Salman Borneo, atau yang dikenal dengan nama aslinya Salman Pranata, meninggal dunia pada Rabu, 15 April 2026, pukul 02.36 WIB di Subang, Jawa Barat, pada usia 46 tahun. Kematian dubber senior ini menggemparkan industri sulih suara Indonesia serta jutaan penonton yang telah lama mendengar suaranya dalam berbagai serial animasi dan anime.

Salman memulai kariernya di dunia kreatif sejak awal 2000-an. Ia pertama kali terjun sebagai penulis drama audio di Sanggar Prathivi sebelum beralih menjadi pengisi suara. Peralihan tersebut membuka jalan bagi ia untuk mengisi suara karakter‑karakter populer yang kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil generasi milenial dan Gen Z.

📖 Baca juga:
Kontroversi Baju Merah Hui Ju di Awal Perfect Crown: Simbolisme, Hierarki, dan Strategi Pemasaran

Sepanjang kariernya, Salman berhasil menghidupkan beragam tokoh dengan rentang vokal yang luas, mulai dari karakter komik yang jenaka hingga pahlawan yang serius. Berikut beberapa peran paling ikonik yang pernah diisi oleh Salman Borneo:

  • Giant dalam serial Doraemon (versi Indonesia)
  • Plankton dalam SpongeBob SquarePants
  • Takagi dalam Detective Conan
  • Shinichi Kudo dalam Detective Conan
  • Senshi dalam Delicious in Dungeon
  • Karakter tambahan dalam anime, film animasi, dan game populer lainnya

Pengakuan atas kontribusinya tidak hanya datang dari rekan sesama dubber, melainkan juga dari penonton. Pada malam pengumuman, Mirna Haryati, sesama pengisi suara yang dikenal dengan suara Unyil dan Naruto, mengonfirmasi kepergian Salman kepada media. “Betul, kemarin (meninggal), jam 2.36 pagi, di Subang,” ujar Mirna dalam pernyataannya.

Reaksi di media sosial pun mengalir deras. Banyak warganet mengungkapkan rasa kehilangan dengan kata‑kata mengharukan, seperti “Suara beliau yang sering kita dengar tiap hari sekarang sudah enggak ada,” dan “Aku dengar dari kecil sampai sekarang sudah punya anak, selamat jalan Pak Salman.” Ungkapan‑ungkapan ini menegaskan betapa pentingnya peran pengisi suara dalam membentuk kenangan kolektif penonton.

📖 Baca juga:
7 Alasan Ibu Suri Marah Besar atas Skandal I An & Seong Hui Ju di Perfect Crown

Selain pengakuan pribadi, komunitas profesional juga melontarkan penghargaan. Para produser dan sutradara mengingat kembali dedikasi Salman dalam proses dubbing, yang selalu menekankan keakuratan intonasi, timing, dan emosi karakter. Keahlian tersebut menjadikan ia salah satu dubber kawakan yang dihormati di Indonesia.

Jenazah Salman Borneo dimakamkan di kampung halamannya di Subang pada hari yang sama, sesuai dengan keinginan keluarga. Meski penyebab kematian belum secara resmi diumumkan, keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan dan doa.

Warisan Salman tidak akan pudar. Suara‑suara yang pernah ia rekam tetap diputar ulang di televisi, platform streaming, dan berbagai acara nostalgia. Bagi banyak orang, mendengar kembali karakter Giant yang garang atau Plankton yang licik akan selalu mengingatkan pada kehadiran seorang seniman yang bekerja di balik layar namun memberikan dampak yang sangat nyata.

📖 Baca juga:
Rossa Gugat Fitnah Media Sosial, Tuntut Take Down Konten dan Permintaan Maaf Terbuka dalam 24 Jam

Kepergian Salman Borneo menjadi pengingat akan nilai penting profesi pengisi suara, yang sering kali tidak mendapat sorotan publik sebesar aktor di depan kamera. Namun, tanpa suara yang kuat dan berkarakter, banyak karya visual tidak akan mampu menyentuh hati penonton secara mendalam. Dengan mengenang perjalanan hidup dan karya Salman, industri sulih suara Indonesia diharapkan terus berkembang, memberi ruang bagi generasi baru untuk melanjutkan tradisi suara yang menginspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *