Hiburan

Menyelami Tradisi Kerasukan, “Para Perasuk” Siap Mengguncang Layar Lebar Indonesia

×

Menyelami Tradisi Kerasukan, “Para Perasuk” Siap Mengguncang Layar Lebar Indonesia

Share this article
Menyelami Tradisi Kerasukan, "Para Perasuk" Siap Mengguncang Layar Lebar Indonesia
Menyelami Tradisi Kerasukan, "Para Perasuk" Siap Mengguncang Layar Lebar Indonesia

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 April 2026 | Film “Para Perasuk” karya sutradara muda Wregas Bhanuteja resmi menayangkan perdana pada Kamis, 23 April 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Mengusung genre drama thriller, film ini menampilkan tradisi unik desa Latas yang dikenal dengan pesta kerasukan atau “Pesta Sambetan”. Cerita berpusat pada Bayu (Angga Yunanda), pemuda 20 tahun yang bertekad menjadi Perasuk Utama demi menyelamatkan mata air keramat desa dari ancaman perusahaan tambang.

Dalam sinopsis resmi, Desa Latas digambarkan sebagai komunitas kecil yang menyalurkan energi kolektif melalui ritus kerasukan 20 roh binatang. Bayu, bersama sesama Perasuk seperti Ananto (Bryan Domani) dan Pawit (Chicco Kurniawan), berlatih keras untuk menguasai frekuensi roh‑roh tersebut. Namun, ambisi pribadi Bayu mulai bersinggungan dengan tekanan persaingan, konflik keluarga, dan perasaan terhadap Pelamun Laksmi (Maudy Ayunda). Film ini mengeksplorasi bagaimana obsesi terhadap mimpi dapat menjerumuskan seseorang jauh dari realitas dan orang terdekatnya.

📖 Baca juga:
Momen Memukau Artis Indonesia Rayakan Hari Kartini 2026 dengan Pesan Emansipasi

Premiere gala yang digelar di Plaza Indonesia XXI pada Selasa, 21 April 2026 menarik perhatian lima member komunitas film Movieverse serta sejumlah wartawan hiburan. Red carpet menampilkan busana elegan, termasuk gaun keemasan Maudy Ayunda yang memadukan sentuhan etnik. Setelah pemutaran, para pemeran mengadakan sesi movietalk, membahas proses kreatif, makna tradisi Pesta Sambetan, serta pesan sosial tentang pentingnya melestarikan warisan budaya di tengah modernisasi.

Film ini sebelumnya telah meraih penghargaan CJ ENM pada Asian Project Market BIFF 2024, menandakan kualitas produksi yang diakui secara internasional. Durasi hampir dua jam (1 jam 59 menit) memberikan ruang bagi penonton merasakan euforia, ketegangan, dan refleksi batin yang dibawa oleh Bayu dan kawan‑kawan. Kritik awal mengapresiasi visual yang “gila”, scoring musik tradisional yang menegangkan, serta akting para pemain utama.

Berikut jadwal tayang dan tautan pembelian tiket yang dapat diakses melalui situs resmi masing‑masing jaringan bioskop:

📖 Baca juga:
24 Film Tayang di Bioskop Mei 2026, Dari Star Wars hingga The Sheep Detectives
  • XXI: Mulai 23 April 2026, tiket dapat dibeli di www.cinemaxx.co.id/para-perasuk
  • CGV: Penayangan mulai 24 April 2026, pemesanan di www.cgv.id/para-perasuk
  • Cinepolis: Tersedia dari 25 April 2026, pembelian tiket di www.cinepolis.co.id/para-perasuk

Daftar pemeran utama meliputi:

  • Angga Yunanda sebagai Bayu
  • Maudy Ayunda sebagai Laksmi
  • Anggun C. Sasmi sebagai Asri (guru sanggar)
  • Chicco Kurniawan sebagai Pawit
  • Bryan Domani sebagai Ananto
  • Indra Birowo sebagai ayah Bayu

Selain para pemeran di atas, film ini menampilkan cameo dari aktor‑aktris papan atas Indonesia, menegaskan “Para Perasuk” sebagai proyek kolaboratif yang menonjolkan talenta lokal. Penonton yang berusia 13 tahun ke atas (label R13+) dapat menikmati keseluruhan cerita, sementara adegan kerasukan disajikan secara estetis tanpa menimbulkan rasa takut berlebih.

Secara tematik, “Para Perasuk” menyoroti konflik antara modernitas dan tradisi. Ancaman penggusuran mata air keramat menjadi metafora bagi tekanan ekonomi yang kerap menggerus keberlangsungan budaya desa. Bayu, melalui perjuangannya, menggambarkan generasi muda yang berusaha menemukan jati diri di tengah perubahan sosial. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan nilai‑nilai kebersamaan, keberanian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

📖 Baca juga:
Gemerlap Premiere The Devil Wears Prada 2, Kontroversi Nama Karakter di China, dan Wawancara Eksklusif Tasya Farasya

Reaksi penonton di media sosial menunjukkan antusiasme tinggi. Pengguna mengapresiasi visual menakjubkan, dialog yang menyentuh, serta karakter yang terasa hidup. Beberapa komentar menyoroti bahwa film ini “fresh” dan “personal”, serta menjadi salah satu film Indonesia yang paling unik tahun ini.

Dengan kombinasi cerita budaya yang kuat, produksi kelas dunia, dan dukungan aktor‑aktris berbakat, “Para Perasuk” diprediksi menjadi salah satu film paling berpengaruh pada musim tayang 2026. Bagi pencinta sinema yang ingin menyaksikan perpaduan antara ritual tradisional dan drama kontemporer, film ini layak menjadi pilihan utama di layar lebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *