Ekonomi

KOSPI Merajai Rekor Baru di Ambang 6.700, Investor Tarik Daya pada Chip dan AI

×

KOSPI Merajai Rekor Baru di Ambang 6.700, Investor Tarik Daya pada Chip dan AI

Share this article
KOSPI Merajai Rekor Baru di Ambang 6.700, Investor Tarik Daya pada Chip dan AI
KOSPI Merajai Rekor Baru di Ambang 6.700, Investor Tarik Daya pada Chip dan AI

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 April 2026 | Indeks utama pasar saham Korea Selatan, KOSPI, mencatat rekor baru dengan menembus level 6.690,90 pada penutupan hari Selasa, menandai pencapaian tertinggi dalam sejarah. Pencapaian ini terjadi meskipun terdapat tekanan jual dari investor asing, sementara investor domestik tetap mendukung kenaikan dengan membeli saham-saham teknologi dan semikonduktor.

Lonjakan KOSPI didorong oleh ekspektasi permintaan chip yang kuat. Harga saham perusahaan semikonduktor utama, seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, mengalami kenaikan signifikan setelah laporan permintaan chip global yang diproyeksikan meningkat pada kuartal kedua. Kenaikan ini sejalan dengan laporan di ruang perdagangan Hana Bank di Jung‑District, Seoul, yang menampilkan grafik KOSPI beriringan dengan nilai tukar dolar‑won yang berfluktuasi.

📖 Baca juga:
CDIA Melaju di Tengah Volatilitas IHSG: Analisis Kinerja dan Prospek Saham Infrastruktur 2026

Di sisi lain, sektor kecerdasan buatan (AI) menimbulkan kekhawatiran. Setelah publikasi laporan kinerja OpenAI yang menunjukkan penurunan pendapatan iklan, beberapa analis mengingatkan risiko overvaluasi saham AI. Akibatnya, pada sesi perdagangan berikutnya, KOSPI sempat mengalami penurunan tipis sebelum kembali menguat, menegaskan sensitivitas indeks terhadap sentimen teknologi.

Investor asing menampilkan pola jual bersih, namun penjualan tersebut tidak cukup untuk menghentikan tren naik. Data Bank Sentral Korea (BOK) mengungkapkan bahwa aliran modal masuk dari investor ritel domestik meningkat, terutama di sektor teknologi, keuangan, dan energi terbarukan. Selama empat hari berturut‑turut, KOSPI mencatat kenaikan, menandakan keberlanjutan rally meski terdapat tekanan eksternal.

📖 Baca juga:
KOSPI Meroket, Investor Ritel Jual Rekor 14,7 Triliun Won di Tengah Ketegangan Pasar Global
  • Faktor penguat: Permintaan chip global, prospek AI, laporan laba perusahaan teknologi besar, serta kebijakan pemerintah yang mendukung inovasi digital.
  • Faktor penahan: Penjualan oleh investor asing, ketidakpastian geopolitik terkait ketegangan Iran‑AS, dan volatilitas nilai tukar won yang mencapai level terendah dalam satu dekade.

Selain itu, pasar Korea juga dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi makro. Pada kuartal pertama, nilai tukar won menguat melewati 1.420 per dolar, namun kemudian kembali melemah menjadi 1.432 intraday, mencerminkan dinamika perdagangan valas yang intens. Bank-bank domestik, termasuk Hana Financial, meluncurkan layanan transfer uang lintas batas berbasis blockchain, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pasar keuangan dan menarik arus modal asing.

Percapaian KOSPI ini juga bertepatan dengan agenda politik penting, yakni pemilihan presiden yang dijadwalkan pada bulan Desember. Para kandidat menjanjikan kebijakan ekonomi yang pro‑bisnis dan reformasi pasar modal, yang dapat menjadi katalis tambahan bagi investor domestik.

📖 Baca juga:
BBRI saham: Harga Diskon, Target Rp4.378, dan Prospek Laba 2026 yang Menggoda Investor

Menjelang rilis laporan laba kuartal pertama perusahaan teknologi Amerika, termasuk Apple, Microsoft, dan Alphabet, KOSPI diperkirakan akan tetap berada di zona dukungan kuat di atas 6.600. Analis memperkirakan bahwa jika hasil laporan menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang stabil, indeks dapat melanjutkan trek naik menuju level 6.800.

Secara keseluruhan, KOSPI menunjukkan ketahanan yang mengesankan di tengah tantangan eksternal. Kombinasi antara permintaan chip yang kuat, ekspektasi AI, dukungan kebijakan pemerintah, serta aliran modal ritel domestik menjadi pendorong utama. Meskipun tekanan jual dari investor asing dan fluktuasi nilai tukar won tetap menjadi risiko, prospek jangka pendek tetap positif bagi pasar saham Korea Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *