Ekonomi

IHSG Diprediksi Melemah, Sentimen Negatif Masih Bayangi Pasar

×

IHSG Diprediksi Melemah, Sentimen Negatif Masih Bayangi Pasar

Share this article
IHSG Diprediksi Melemah, Sentimen Negatif Masih Bayangi Pasar
IHSG Diprediksi Melemah, Sentimen Negatif Masih Bayangi Pasar

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada Jumat (5/6) setelah berakhir di zona merah dengan penurunan 101,280 poin atau 1,70 persen ke 5.839,785 pada penutupan perdagangan Kamis (4/6). Analis Phintraco Sekuritas menilai tekanan jual pada Kamis (4/6) masih berlanjut seiring maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah tingginya ketidakpastian dan rendahnya kepercayaan investor.

Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah juga melemah 0,45 persen ke level Rp 18.020 per dolar AS. Secara teknikal, Phintraco menilai pelebaran histogram negatif MACD dan terbentuknya pola death cross pada Stochastic RSI menunjukkan sentimen pasar yang masih cenderung negatif.

📖 Baca juga:
Dolar AS Tembus Rp18.000, Rupiah Kian Tertekan: Apa yang Terjadi?

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ADRO, ANTM, MDKA, TINS, dan INCO untuk diperhatikan sepanjang Jumat (5/6). Sementara itu, analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tekanan jual yang cukup kuat dengan area koreksi yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.

Di sisi lain, total nilai transaksi net foreign buy di pasar modal Indonesia mencapai Rp149,21 triliun pada Mei 2026. PT Pinago Utama Tbk (PNGO) menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai net foreign buy mencapai Rp2,75 triliun sepanjang Mei 2026.

📖 Baca juga:
Dolar AS Menguat, Harga Emas dan BBM Terancam Naik

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT MD Pictures Tbk (FILM) juga menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing pada periode tersebut. Phintraco Sekuritas menyoroti pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan menjadi Undang-Undang (UU PPSK) sebagai salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan likuiditas pasar.

Dengan demikian, IHSG diprediksi masih akan fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700-5.800. Investor perlu memperhatikan sentimen domestik dan global untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

📖 Baca juga:
Amerika Serikat Pimpin Daftar Negara yang Paling Dipercaya Investor pada 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *