Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Mei 2026 | Batik Air membuka rute langsung dari Jakarta ke Muara Bungo, Jambi, yang diharapkan dapat meningkatkan akses perjalanan dan memperlancar kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Rute ini juga terhubung dengan lebih dari 30 kota lainnya, sehingga memudahkan masyarakat untuk bepergian ke berbagai tujuan.
Menurut Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Batik Air, rute langsung dari dan ke Jakarta memberikan akses perjalanan yang lebih cepat dan praktis bagi masyarakat Bungo dan sekitarnya. Ini juga memudahkan perjalanan bisnis, urusan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga kunjungan keluarga.
Jadwal penerbangan dari Jakarta ke Muara Bungo dimulai pada 15 Juni 2026, dengan jadwal keberangkatan 12.00 WIB dan frekuensi 7 kali dalam satu minggu. Sementara itu, jadwal penerbangan dari Muara Bungo ke Jakarta memiliki jadwal keberangkatan 14.05 WIB dengan frekuensi keberangkatan 7 kali dalam satu minggu.
Skema konektivitas menuju Muara Bungo juga terhubung dengan berbagai kota di Jawa, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Bali, melalui Jakarta. Ini memudahkan perjalanan dan meningkatkan akses bagi masyarakat untuk bepergian ke berbagai tujuan.
Di sisi lain, kehadiran rute langsung ini juga diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi sektor ekonomi daerah. Distribusi pelaku usaha, aktivitas investasi, serta konektivitas antarwilayah semakin terbantu dengan akses udara yang langsung terhubung ke pusat bisnis nasional.
Sementara itu, pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah Sumatera juga menjadi perhatian serius. Pemadaman listrik ini dipicu oleh gangguan pada jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi akibat cuaca buruk. Dampaknya tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, karena aktivitas ekonomi lumpuh, jaringan telekomunikasi terputus, layanan publik tersendat, dan sekitar 13,1 juta pelanggan terpaksa menanggung kerugian akibat kegelapan yang berlangsung selama berjam-jam.
Ironisnya, ini bukan kejadian pertama. Belum hilang dari ingatan, pada Juni 2024 silam, blackout serupa juga melumpuhkan Sumatera akibat gangguan transmisi SUTT 275 kV Lubuk Linggau–Lahat yang berdampak pada 3,4 juta pelanggan. Berulangnya skenario kelam ini memperlihatkan bahwa sistem kelistrikan nasional kita terlalu bergantung pada satu jalur transmisi utama tanpa adanya jaringan cadangan yang kokoh.
Kerugian yang ditanggung sektor usaha, industri manufaktur, dan UMKM akibat mati lampu selama berjam-jam dapat mencapai miliaran hingga triliun rupiah akibat hilangnya potensi pendapatan. Kerapuhan infrastruktur ini memicu kontradiksi besar, karena pemerintah Indonesia sedang gencar mendorong agenda hilirisasi industri strategis, ekosistem kendaraan listrik, hingga transformasi pusat data berbasis kecerdasan buatan.
Kesimpulan, kehadiran rute langsung Jakarta – Muara Bungo dan konektivitas dengan 30+ kota lainnya diharapkan dapat meningkatkan akses perjalanan dan memperlancar kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Namun, perlu juga memperhatikan kerapuhan infrastruktur kelistrikan nasional yang dapat berdampak besar pada aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.











