Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 April 2026 | Perusahaan multinasional Mars, Incorporated dan ofi (Olam Food Ingredients) mengumumkan kolaborasi strategis lima tahun (2025-2029) yang ditujukan mempercepat penerapan praktik pertanian cerdas iklim dan regeneratif di kawasan produksi kakao Ecuador. Inisiatif ini menekankan visi bersama menuju 2050 Net Zero, dengan komitmen yang telah divalidasi oleh Science Based Targets initiative (SBTi). Fokus utama proyek adalah menciptakan model Net Zero Cocoa yang dapat direplikasi di seluruh rantai pasokan kakao.
Dalam fase pertama, lebih dari 960 petani di provinsi El Oro, Esmeraldas, Guayas, Los Ríos, Manabí, dan Santo Domingo akan mengimplementasikan agroforestri multistrata pada lebih dari 9.000 hektar lahan—luas setara pulau Santorini di Yunani. Transisi dari monokultur terbuka ke sistem agroforestri meniru ekosistem hutan alami, meningkatkan produksi kakao, memperkaya mikroorganisme tanah, dan menarik polinator serta predator alami yang mengurangi hama dan penyakit.
Petani juga akan dilengkapi dengan teknologi pertanian rendah karbon, termasuk pupuk berbasis biochar, pengelolaan residu tanaman yang lebih baik, dan aplikasi biochar yang meningkatkan penyerapan karbon di dalam tanah. Intervensi ini diharapkan menurunkan emisi gas rumah kaca, meningkatkan penyerapan CO₂, memperbaiki kesehatan tanah, dan pada akhirnya meningkatkan hasil panen kakao.
Manfaat sosial juga menjadi sorotan: diperkirakan sekitar 4.800 penduduk di komunitas sekitar akan merasakan dampak positif melalui peningkatan pendapatan, pelatihan, dan akses ke pasar yang lebih berkelanjutan. Benjamin Guilbert, Global Vice President Cocoa Mars, menegaskan pentingnya sinergi dengan ofi untuk memperkuat ekosistem kakao yang inklusif dan modern.
Di sisi lain, kemitraan antara CURA Climate Inc. dan TITAN Group menandai langkah penting dalam dekarbonisasi industri semen. Kedua perusahaan menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) untuk menguji teknologi pemisahan batu kapur secara elektrokimia yang menggunakan platform redoks CURALYTE. Teknologi ini dapat memisahkan kalsium hidroksida berkualitas tinggi dan mengalirkan CO₂ terkoncentrasi sebelum masuk ke kiln, mengurangi emisi proses semen hingga 85% dibandingkan produksi klinker konvensional.
Proses inovatif ini dirancang agar dapat diintegrasikan dengan infrastruktur semen yang ada, menawarkan solusi retrofit yang tidak memerlukan perubahan besar pada lini produksi. TITAN, yang memiliki rencana strategis “TITAN Forward 2029” untuk mencapai net-zero pada 2050, melihat kolaborasi ini sebagai cara mempercepat adopsi teknologi rendah karbon dalam operasinya yang global.
- Target: Reduksi emisi GHG di rantai pasokan kakao dan semen.
- Skala: 960 petani, 9.000 ha di Ecuador; pengujian laboratorium dan pilot di fasilitas TITAN.
- Metode: Agroforestri multistrata, biochar, pupuk rendah karbon; teknologi elektrokimia CURALYTE.
- Validasi: SBTi untuk kedua perusahaan, memastikan target berbasis ilmiah.
Kedua inisiatif ini memperlihatkan tren global di mana perusahaan besar mengintegrasikan standar SBTi ke dalam strategi bisnis mereka. Dengan menautkan tujuan iklim pada operasi lapangan—baik di pertanian kakao maupun produksi semen—Mars, ofi, CURA, dan TITAN menegaskan komitmen mereka untuk mengurangi jejak karbon sambil menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi komunitas lokal.
Langkah-langkah ini tidak hanya mendukung target iklim internasional, tetapi juga menawarkan model replikasi bagi industri lain yang menghadapi tekanan regulasi dan konsumen untuk beralih ke praktik lebih berkelanjutan. Keberhasilan kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang ingin menggabungkan inovasi teknologi dengan pendekatan berbasis ekosistem.
Dengan landasan ilmiah yang kuat, dukungan finansial, dan keterlibatan petani serta pekerja lapangan, inisiatif Net Zero Cocoa dan teknologi semen rendah karbon diharapkan menjadi pilar penting dalam transisi menuju ekonomi hijau global.











