Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Agustus 2026 | Pengamat politik Rocky Gerung memprediksi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan segera melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih. Hal ini disebabkan oleh penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan, yang turun dari 81 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Menurut Rocky, evaluasi besar-besaran terhadap jajaran menteri diperlukan menyusul menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan. Ia memperkirakan bahwa Presiden Prabowo akan mengambil langkah tegas untuk merombak susunan kabinetnya dalam waktu dekat.
Penurunan kepuasan publik ini dikaitkan dengan memburuknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, serta penegakan hukum. Rocky juga menanggapi anggapan bahwa Prabowo enggan mengganti sejumlah pejabat penting, dengan menyatakan bahwa dinamika politik membutuhkan kalkulasi momentum yang tepat.
Istana melalui Mensesneg Prasetyo Hadi membantah isu reshuffle dan menyatakan fokus pada pengisian jabatan kosong. Namun, Rocky yakin bahwa evaluasi kabinet menjadi semakin penting setelah hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Menurut Rocky, komitmen politik antarpartai politik pendukung pemerintah bertumpu pada evaluasi kapasitas berkala. Jika dalam dua tahun pertama kinerja para menteri dinilai tidak optimal, langkah koreksi radikal menjadi hal yang rasional.
Rocky memperkirakan bahwa presiden akan mengambil langkah yang lebih tegas terhadap kabinetnya. Ia menilai bahwa perjanjian politik antarpartai politik pendukung pemerintah tidak boleh permanen dan harus dievaluasi secara berkala.
Dalam beberapa hari terakhir, isu reshuffle kabinet telah menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat politik dan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan apakah Presiden Prabowo akan melakukan perubahan besar-besaran dalam kabinetnya atau tidak.
Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi dari Istana terkait reshuffle kabinet. Namun, dengan penurunan kepuasan publik dan tekanan dari berbagai pihak, kemungkinan besar bahwa Presiden Prabowo akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kabinetnya dalam waktu dekat.









