Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 27 Mei 2026 | Situasi politik di Bolivia kian memanas seiring dengan gelombang protes yang terus meluas dan melumpuhkan stabilitas negara. Presiden Rodrigo Paz, yang baru menjabat selama enam bulan, menghadapi tekanan besar dari warga dan organisasi masyarakat adat untuk segera mundur dari jabatannya.
Aksi protes yang dimulai beberapa pekan lalu dipicu oleh sejumlah tuntutan mendasar terkait kesejahteraan hidup warga, termasuk perbaikan taraf hidup dan kesejahteraan umum, kenaikan upah bagi para pekerja, penanganan masalah bahan bakar minyak (BBM) yang terkontaminasi, dan pencabutan undang-undang yang dianggap hanya menguntungkan pihak pebisnis besar.
Presiden Paz telah mengumumkan pemotongan gaji sebesar 50 persen untuk dirinya sendiri dan seluruh anggota kabinetnya sebagai upaya meredakan ketegangan. Namun, langkah ini tampaknya belum cukup untuk memuaskan para demonstran, yang terus menuntut pemimpin mereka untuk mundur.
Selain itu, Kedutaan Besar AS di Bolivia telah menangguhkan layanan konsuler rutin akibat blokir jalan dan demonstrasi yang berkepanjangan. Pemerintah AS juga telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negara AS untuk menghindari daerah-daerah demonstrasi dan tidak melakukan perjalanan darat antar kota di Bolivia.
Presiden Paz, yang merupakan seorang pemimpin sayap kanan dan pro-bisnis, telah menghadapi tantangan besar dalam menghadapi krisis politik ini. Ia telah membuat sejumlah gestur untuk meredakan situasi, termasuk menawarkan untuk mengurangi gajinya sendiri. Namun, belum jelas apakah langkah-langkah ini akan cukup untuk mengakhiri krisis politik di Bolivia.
Krisis ini telah menyebabkan kerusakan besar pada perekonomian Bolivia, dengan blokir jalan dan demonstrasi yang melumpuhkan distribusi bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Pemerintah Bolivia telah menuding pendukung mantan Presiden Evo Morales sebagai penyebab aksi blokade dan kerusuhan.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi di Bolivia telah memburuk, dengan bentrokan antara demonstran dan polisi yang terus berlanjut. Pemerintah Bolivia harus segera menemukan solusi untuk mengakhiri krisis ini dan memulihkan stabilitas negara.











