Internasional

Kontroversi RM BTS Merokok di Area Terlarang Shibuya: Foto, Teguran, dan Reaksi Publik

×

Kontroversi RM BTS Merokok di Area Terlarang Shibuya: Foto, Teguran, dan Reaksi Publik

Share this article
Kontroversi RM BTS Merokok di Area Terlarang Shibuya: Foto, Teguran, dan Reaksi Publik
Kontroversi RM BTS Merokok di Area Terlarang Shibuya: Foto, Teguran, dan Reaksi Publik

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 April 2026 | Sejumlah media Jepang mengabarkan bahwa RM, leader grup K‑Pop BTS, terlihat merokok di zona yang jelas ditandai “No Smoking” pada kunjungan tur konser di Tokyo pada akhir April 2026. Laporan tersebut berasal dari majalah mingguan Shukan Bunshun yang menyertakan foto-foto visual sebagai bukti. Menurut gambar yang dipublikasikan, RM tampak menyalakan rokok di trotoar Shibuya, kemudian melanjutkan kebiasaan tersebut di dalam koridor sebuah bar yang juga memiliki larangan merokok.

Selain tindakan merokok, foto-foto tersebut juga menampilkan puntung rokok yang dibuang sembarangan di tanah, meski tersedia asbak di sekitar lokasi. Beberapa saksi yang dikutip dalam laporan menyatakan bahwa seorang petugas keamanan mendekati kelompok tersebut dan meminta mereka menghentikan kebiasaan merokok. Namun, menurut narasi saksi, RM tetap melanjutkan tindakan tersebut hingga petugas kembali menegur mereka secara tegas.

📖 Baca juga:
30 Negara Bersatu di Inggris Rancang Pengamanan Selat Hormuz, Ancaman Mengguncang Selat Malaka

Insiden ini segera memicu perbincangan hangat di media sosial, terutama di kalangan penggemar BTS (ARMY). Sebagian penggemar menanggapi dengan kekecewaan, mengingat posisi publik RM yang selalu menjadi contoh bagi banyak pemuda. Di sisi lain, ada pula yang membela tindakan tersebut sebagai kesalahan kecil yang tidak perlu dilebih-lebihkan, mengingat budaya merokok di Jepang masih relatif toleran di beberapa area publik, meski ada regulasi ketat di pusat kota.

Hingga kini, agensi HYBE maupun perwakilan Big Hit Music belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuduhan tersebut. Dalam situasi yang serupa sebelumnya, agensi biasanya menunggu hasil verifikasi independen sebelum mengeluarkan komentar. Pada saat penulisan artikel ini, tidak ada bukti video yang dapat mengkonfirmasi atau menolak klaim secara definitif, sehingga spekulasi masih mendominasi pemberitaan.

Secara hukum, melanggar larangan merokok di area publik di Jepang dapat dikenakan denda, terutama di wilayah dengan regulasi ketat seperti Shibuya. Namun, penegakan hukum seringkali bersifat administratif, dengan petugas memberikan peringatan terlebih dahulu sebelum mengeluarkan sanksi. Kasus ini menyoroti pentingnya kesadaran budaya lokal bagi artis internasional yang beraktivitas di luar negeri.

📖 Baca juga:
Djibouti: Negara Kecil yang Jadi Panggung Persaingan Kekuatan Global

Reaksi media lokal juga beragam. Beberapa portal berita menyoroti aspek kebersihan dan rasa hormat terhadap lingkungan, sementara outlet lain menekankan pada hak kebebasan pribadi selama tidak mengganggu publik. Media internasional, termasuk beberapa portal hiburan, mengutip laporan Shukan Bunshun dan menambahkan komentar kritis mengenai dampak citra publik RM di tengah tur global BTS.

Penggemar ARMY secara kolektif mengirimkan pesan dukungan melalui platform daring, menekankan harapan agar RM dapat memberikan klarifikasi dan memperbaiki kesan yang mungkin terganggu. Beberapa akun resmi fan club juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku yang sesuai dengan norma setempat selama tur berlangsung.

Kasus ini muncul di tengah “BTS Arirang World Tour” yang sedang berlangsung, dengan jadwal konser berikutnya di Tampa, Florida. Meskipun insiden ini belum menjadi isu utama di Korea Selatan, ia tetap menjadi bahan diskusi di antara komunitas internasional yang mengikuti perkembangan BTS secara real time.

📖 Baca juga:
Trump Tegaskan Blokade Pelabuhan Iran Akan Berlanjut Tanpa Kesepakatan Damai, Saudi Menentang Kebijakan AS

Secara keseluruhan, laporan tentang RM BTS merokok di area terlarang Shibuya menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab sosial artis internasional, pentingnya adaptasi budaya, serta peran agensi dalam menangani kontroversi publik. Hingga ada klarifikasi resmi, spekulasi dan debat publik kemungkinan akan terus berlanjut, menjadikan peristiwa ini sebagai contoh bagaimana tindakan individu dapat berdampak luas pada citra global sebuah grup musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *